Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Pot Bunga Ecobrick

Guru tamu Ibu Henriesca SandraAyu P.P., S.KM, M.Ling.

Dalam era modern saat ini, permasalahan pengelolaan sampah anorganik menjadi tantangan yang serius. Melihat kondisi lingkungan yang semakin memburuk, inisiatif untuk mengubah sampah menjadi produk yang bermanfaat sangatlah penting. Salah satu langkah positif yang diambil oleh SD Muhammadiyah 9 adalah kegiatan “P5 Gerakan Peduli Lingkungan dan Aksi Nyata Lingkungan” (GP SINYAL) yang dipandu oleh Ibu Henriesca SandraAyu P.P., S.KM., M.Ling. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan sampah anorganik melalui proses pembuatan pot bunga ecobrick.
bekas yang diisi dengan sampah anorganik lain, yang kemudian digunakan sebagai tempat tanam. Konsep ini hadir sebagai solusi untuk mengurangi limbah plastik yang sulit terurai di lingkungan. Dengan menggunakan ecobrick, sampah plastik tidak hanya dikelola dengan baik, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan ekologis.

Ibu Henriesca Sandra Ayu, sebagai guru tamu dan pemateri dalam kegiatan ini, memulai dengan menjelaskan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan cara-cara inovatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah. Dalam sesi penjelasan tersebut, beliau memberi wawasan kepada siswa-siswa mengenai dampak negatif dari limbah plastik terhadap kesehatan dan ekosistem.

Kegiatan ini tidak hanya menekankan teori, tetapi juga langkah-langkah praktis yang akan mengedukasi para siswa. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap:

  1. Pengumpulan Sampah Anorganik: Siswa diajarkan untuk mengumpulkan sampah anorganik, khususnya botol plastik, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ecobrick. Dalam tahap ini, siswa diajak untuk berpikir kritis tentang jenis-jenis sampah yang dapat didaur ulang.
  2. Penyaringan dan Pemilahan Sampah: Dalam tahap ini, siswa belajar untuk memilah sampah yang layak digunakan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas ecobrick yang dihasilkan. Pengetahuan tentang sampah yang dapat dan tidak dapat didaur ulang menjadi hal penting yang dipahami oleh para siswa.
  3. Proses Pembuatan Ecobrick: Setelah botol plastik dikumpulkan dan dipilah, siswa dilatih untuk mengisi botol dengan sampah-kertas, plastik kecil, atau material non-organik lainnya. Kemudian mereka diberikan video turorial pembuatan pot bunga ecobrick mulai dari pengumpulan alat dan bahan sampai pada proses pembuatan nya. Proses ini melatih keterampilan mereka dalam bekerja sama dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang sama.
  4. Penggunaan Ecobrick sebagai Pot Bunga: Setelah botol diisi, siswa diajarkan cara memanfaatkan ecobrick menjadi pot bunga. Mereka diberi pengetahuan tentang cara menanam dan merawat tanaman dalam pot dari ecobrick. Pada tahap ini, siswa tidak hanya belajar tentang bertani tetapi juga tentang tanggung jawab merawat tanaman dan lingkungan.

Kegiatan ini memiliki beberapa manfaat yang signifikan, baik untuk siswa maupun lingkungan sekitar. Pertama, siswa mampu memahami dan menerapkan konsep pengelolaan sampah dan daur ulang dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Keduanya, mereka belajar untuk menghargai lingkungan dan pentingnya berkontribusi dalam menjaga kebersihan. Ketiga, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa tentang isu lingkungan yang sedang dihadapi, serta dampak dari tindakan mereka terhadap alam.

Melalui GP SINYAL ini, SD Muhammadiyah 9 tidak hanya mengajarkan siswa tentang cara mendaur ulang sampah, tetapi juga membangun karakter mereka menjadi individu yang peduli lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan holistik yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif terhadap lingkungan.

Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa. Dengan semakin banyaknya sekolah yang menerapkan program-program serupa, generasi mendatang diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang lebih sadar lingkungan dan mampu berkontribusi pada pelestarian alam.

Selain itu, dengan diadakannya kegiatan serupa di SD Muhammadiyah 9, diharapkan masyarakat sekitar juga ikut terlibat dalam gerakan peduli lingkungan. Kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pemanfaatan sampah anorganik menjadi pot bunga ecobrick oleh Ibu Henriesca SandraAyu P.P., S.KM., M.Ling. dalam GP SINYAL di SD Muhammadiyah 9 adalah sebuah inovasi yang patut dicontoh. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan nilai pentingnya pengelolaan sampah, serta cara-cara praktis untuk berkontribusi menjaga lingkungan. Inisiatif semacam ini bukan hanya mengajarkan tentang daur ulang, tetapi juga membentuk generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi, dan kegiatan ini adalah langkah kecil namun signifikan menuju tujuan tersebut.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these

X