Supaya Guru Mau Menulis Dibuka Pelatihan Jurnalistik

SD Muhammadiyah 9 Malang mengadakan pelatihan jurnalistik yang diikuti masing-masing perwakilan guru kelas yang berjumlah 15 orang di Ruang Kelas 1 Ibnu Sina, Sabtu (9/2/2019). Pelatihan menghadirkan Pemimpin Redaksi Malangpostonline.com Khusnun N. Djuraid sebagai narasumber.

Khusnun, sapaan akrabnya mengatakan, selama ini  jika ada pemberitaan  negatif tentang guru di media massa tidak  pernah ada pembelaaan. ”Berita tersebut dicerna begitu saja seolah mengiyakan. Padahal kita harus mengendalikan media. Guru harus melakukan pembelaan dengan tulisan. Baik itu berupa artikel atau pun opini,” katanya.

Saat ini, sambung dia, banyak media cetak maupun online tapi tidak banyak yang mengirim tulisan. ”Kebanyakan orang sekarang  ini menganaktirikan  bahasa tulis. Lebih banyak menggunakan lisan. Padahal, hanya dengan satu alat yaitu gawai, kita bisa menjadi pimpinan redaksi, editor, dan lainnya di perusahaan sendiri yaitu media sosial yang kita punya,” jelasnya.

Pelatihan yang mengangkat tema Satu Goresan Sejuta Perubahan ini juga praktik membuat berita. Satu per satu peserta diminta dan dibimbing membuat berita.

Khusnun mengingatkan, membuat berita tidak cukup dengan mengumpulkan informasi. Tapi juga harus melakukan recek. ”Karena berita itu berdasarkan fakta yang diperoleh dari konfirmasi atau wawancara langsung,” terang pria kelahiran Surabaya tersebut.

Sementara Kepala SDM 9 Sony Darmawan mengatakan, pelatihan jurnalistik membuat berita ini merupakan yang pertama kalinya diadakan. ”Dari pelatihan ini guru-guru dapat menulis dengan bagus dan bisa mengisi website sekolah,” katanya.

Begitu pelatihan jurnalistik ini selesai, sambung dia, peserta diberi tugas rencana tindak lanjut membuat berita satu lagi dan dikumpulkan.

Sumber www.pwmu.co