Stop Bullying

Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

Bullying tidak selalu berlangsung dengan cara berhadapan muka tapi dapat juga berlangsung di belakang teman. Pada siswa, mereka menikmati saat memanggil temannya dengan sebutan yang jelek, meminta uang atau makanan dengan paksa atau menakut-nakuti siswa yang lebih muda usianya. Sementara siswi melakukan tindakan memisahkan rekannya dari kelompok serta tindakan lainnya yang bertujuan menyisihkan individu lainnya dari grup, dan peristiwanya, sangat mungkin terjadi berulang.

Pelaku bullying mulai dari; teman, kakak kelas, adik kelas, guru, hingga preman yang ada di sekitar sekolah. Lokasi kejadiannya, mulai dari; ruang kelas, toilet, kantin, halaman, pintu gerbang, bahkan di luar pagar sekolah.

Pencegahan terhadap perilalu bullying dapat dilakukan secara menyeluruh dan terpadu, dimulai dari anak, keluarga, sekolah dan masyarakat.

1) Pencegahan melalui anak dengan melakukan pemberdayaan pada anak agar :

a. anak mampu mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya bullying

b. anak mampu melawan ketika terjadi bullying pada dirinya

c. anak mampu memberikan bantuan ketika melihat bullying terjadi (melerai/mendamaikan, mendukung teman dengan mengembalikan kepercayaan, melaporkan kepada pihak sekolah, orang tua, tokoh masyarakat)

2) Pencegahan melalui keluarga, dengan meningkatkan ketahanan keluarga dan memperkuat pola pengasuhan, antara lain :

a. menanamkan nilai-nilai keagamaan dan mengajarkan cinta kasih antar sesama

b. memberikan lingkungan yang penuh kasih sayang sejak dini dengan memperlihatkan cara beinterakasi antar anggota keluarga.

c. membangun rasa percaya diri anak, memupuk keberanian dan ketegasan anak serta mengembangkan kemampuan anak untuk bersosialiasi

d. mengajarkan etika terhadap sesama (menumbuhkan kepedulian dan sikap menghargai), berikan teguran mendidik jika anak melakukan kesalahan

e. mendampingi anak dalam menyerap informasi utamanya dari media televisi, internet dan media elektronik lainnya.

3)Pencegahan melalui sekolah

a. merancang dan membuat desain program pencegahan yang berisikan pesan kepada murid bahwa perilaku bully tidak diterima di sekolah dan membuat kebijakan “anti bullying”

b. membangun komunikasi efektif antara guru dan murid

c. diskusi dan ceramah mengenai perilaku bully di sekolah

d. menciptakan suasana lingkungan sekolah yang aman, nyaman , dan kondusif.

e. menyediakan bantuan kepada murid yang menjadi korban bully

f. melakukan pertemuan berkala dengan orangtua atau komite sekolah

4) Pencegahan melalui masyarakat dengan membangun kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak dimulai dari tingkat desa/kampung (Perlindungan Anak Terintegrasi Berbasis MAsyarakat : PATBM)

 

Ditulis oleh: Sutan sasmita mira rengganis, S.Pd (Pendamping Kelas 4 Al Kindi)

 

Daftar referensi :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/artikel-berita/3594-stop-bullying-di-sekolah

https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/8e022-januari-ratas-bullying-kpp-pa.pdf