Siswa Baru Dikenalkan Kebiasaan Islami

Wudhu dan salat dhuha menjadi kebiasaan siswa SD Mujhammadiyah 9 “Jenderal Sudirman” sebelum belajar. Selain itu, ada banyak adab yang sudah membudaya di sekolah tersebut.

Kebiasaan tersebut dikenalkan kepada siswa baru selama Masa Orientasi Siswa (MOS). Tujuannya sebagai pengenalan terhadap program-program sekolah, sehingga mereka belajar menyesuaikan diri setelah lulus dari TK. Kegiatan MOS ini dilaksanakan selama lima hari, sejak (16/7) lalu.

Ketua MOS, Evi Yuni Ervianti, S.Pd mengatakan, hal penting yang harus segera diketahui siswa baru adalah kebiasaan-kebiasaan islami yang selama ini telah menjadi rutinitas di SD Muhammadiyah 9. Baik yang berkaitan dengan ibadah maupun akhlak.

Kebiasaan islami siswa SD Muhmammadiyah 9 telah mencerminkan adab pelajar muhammadiyah yang  membudaya di lingkungan sekolah. Seperti adab terhadap guru, adab belajar dan kebiasaan baik sebelum beribadah. “Jadi kami ingin kenalkan adab siswa muhammadiyah ini kepada siswa baru sebagai materi MOS,” ucapnya.

Di hari terakhir kegiatan MOS, pada Jumat (20/7) lalu, siswa baru diberikan materi adab belajar. Masing-masing kelas diajarkan doa belajar oleh guru kelas. Setiap siswa dibimbing agar bisa berdoa dengan khusuk.

Selanjutnya mereka diajarkan hafalan surat-surat pendek yang menjadi rutinitas siswa SD Muhammadiyah 9 sebelum memulai pelajaran. Setelah itu, mereka secara bergantian digiring ke tempat wudhu. “Sebelumnya sudah diajarkan lebih dulu secara teori di kelas, baru selanjutnya sesi praktek,” ujarnya.

Usai materi wudhu, di hari kelima masa orientasi tersebut, siswa baru diajarkan salat dhuha yang juga merupakan kebiasaan siswa SD Muhammadiyah 9. Dan tidak hanya materi keagamaan, di hari yang sama mereka juga diajarkan lagu Mars Muhammadiyah dan lagu Indonesia Raya. “Tujuannya sebagai salah satu cara untuk menanamkan nilai karakter nasionalis pada anak-anak,” tutur Evi. Di puncak materi MOS, siswa baru diajarkan oleh guru cara menulis dengan rapi. Hal ini bertujuan untuk melatih kreativitas menulis siswa untuk memudahkan mereka dalam belajar.

Selain itu, lanjut Evi, di hari-hari sebelumnya siswa baru juga dikenalkan dan diajarkan banyak materi lainnya. Diantaranya perkenalan antar teman dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Mulai dari kelas, ruang guru dan sebagainya.

Dalam hal kebersihan, siswa baru juga diberikan materi toilet training, pembiasaan cuci tangan dan sikat gigi. Hal ini bertujuan agar siswa bisa mandiri serta belajar bertanggungjawab terhadap kebersihan diri mereka masing-masing.

Dari seluruh rangkaian materi MOS yang ada, diharapkan siswa baru dapat menyesuaikan diri. Dengan demikian, maka proses KBM dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Harapan kami anak-anak bisa segera mengenal seluruh komponen maupun budaya di sekolah ini. Mereka juga dapat menyesuaikan diri dengan program kami, sehingga merasa nyaman di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar dengan baik,” harap Evi. (mp1/sir/oci)