Setiap Anak Punya Potensi Luar Biasa

Every Child Is Special. Itulah tagline SD Muhammadiyah 9 Jenderal Sudirman Malang yang menjadi motivasi guru dalam menjalankan tugas pendidikan. Setiap anak memiliki kelebihan. Guru mengemban tugas untuk menilai dan menentukan setiap bakat yang dimiliki anak didiknya.

Kepala SD Muhammadiyah 9, Sony Darmawan,M. Pd menegaskan, pendidikan tidak seharusnya membeda-bedakan anak. Karena setiap orang berhak mendapat pengajaran. Oleh karenanya, manusia diberikan potensi oleh Allah, meskipun berbeda-beda.

Tugas seorang pendidik mengoptimalkan potensi yang ada sehingga dapat berkembang dan bermanfaat dalam kehidupan siswanya. “Tidak ada siswa yang tidak bisa, karena semua dilahirkan dengan potensi yang luar biasa,” kata Sony kepada Malang Post, kemarin.

Ia menuturkan, potensi anak tidak saja dibidang akademik, tetapi di berbagai bidang. Misalnya olahraga, seni atau dibidang keagamaan. SD Muhammadiyah 9 pernah memiliki siswa yang pandai mengaji dan memiliki suara yang bagus. Pada awalnya siswa tersebut belum bisa mengaji dengan lancar.  Tetapi suaranya yang indah,  menjadi salah satu kemampuan yang dimilikinya.

Potensinya itu berhasil ditangkap oleh guru dan mulai dikembangkan sejak kelas IV. “Dia sudah lulus dan sekarang di pondok pesantren. Sering menjadi imam di masjid-masjid, karena suaranya yang indah,” ungkapnya.

Sony menambahkan, pendidikan tidak pandang bulu, termasuk bagi anak-anak inklusi. Di SD Muhammadiyah 9 siswa yang tergolong inklusi mendapatkan perhatian khusus. Bukan lantas dibiarkan atau tidak diterima sekolah.

 

Kondisi mereka yang berbeda dengan anak pada umumnya, harus mendapatkan perlakuan yang berbeda. “Dalam pelajaran mereka juga bergabung di kelas reguler seperti biasanya, tetapi di waktu tertentu kami bina dengan cara khusus,” terangnya.
Strategi tersebut terbilang berhasil. Beberapa siswa inklusi yang awalnya suka berteriak dan agresif, sekarang mulai tenang. Termasuk yang berbicara keras dan kasar, juga sudah mulai tertata. “Memang tidak mudah,  dibutuhkan proses dan kesabaran yang ekstra. Sebab setiap anak apapun kondisinya, itu adalah anugerah dari Allah,” ungkapnya.
Sony mengakui, bahwa mendidik bukan perkara mudah.  Mendidik anak supaya menjadi pandai,  kreatif dan beretika baik adalah tugas yang berat. Mencetak siswa yang berakter butuh waktu yang tidak singkat.
Oleh karena itu, guru tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua adalah harapan untuk menjadi patner yang baik dalam mendidik anak. Pendidikan dan pengajaran akan sukses,  jika ada sinergitas antara guru dan orang tua.

Termasuk jika ada kendala atau permasalahan pada anak, kedua belah pihak harus membangun komunikasi yang baik dan objektif agar mendapatkan solusi yang terbaik. “Jika ada permasalahan baik di rumah atau di sekolah yang terkait dengan pendidikan anak, harus dibicarakan yang baik oleh guru dan orangtua. Jangan sampai mengambil kesimpulan dari satu sisi saja,” tegasnya.

Perkembangan siswa juga perlu disampaikan kepada orangtua. Dengan tujuan agar target pengajaran tercapai dengan sistematis. Orangtua juga bisa mengontrol dan memback up belajar siswa di rumah. Termasuk kegiatan ibadah, agar tidak sampai tertinggal. “Setiap pekan atau skala waktu tertentu guru menyampaikan perkembangan kepada orangtua.  Baik tertulis atau lisan. Harapannya agar ada dukungan dari pihak orangtua terhadap pendidikan putra-putri mereka,” pungkasnya.

Sumber : MalangPost.com