SD Muhammadiyah 9 Membagikan Raport via Kantor Pos

SD Muhammadiyah 9 “Jenderal Sudirman” Malang melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19. Senin (15/6) lalu, sekolah di Jalan Tumenggung Suryo tersebut melaksanakan satu kewajiban terhadap siswa dan orang tua siswa. Yakni membagikan rapor sebagai hasil evaluasi pembelajaran dalam satu semester terakhir.

Hanya saja cara SD Muhammadiyah 9 membagikan rapor kali ini dengan cara yang tidak biasa. Yaitu dengan menggunakan jasa Pos untuk mengirimkan 539 rapor siswa ke rumah masing-masing. Hal tersebut tidak lain untuk menyikapi Pandemi covid-19 yang belum reda hingga saat ini.  Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd., mengatakan, strategi pembagian rapor dengan jasa Pos sebagai wujud dari perhatian sekolah pada orang tua siswa dan peserta didik.
“Ini bagian dari layanan kami agar orang tua tetap aman dengan stay at home, tanpa perlu ke sekolah,” ujarnya kepada Malang Post.

Menurutnya, kerjasama SD Muhammadiyah 9 dengan Kantor Pos Malang memberikan kemudahan bagi orang tua siswa. Mereka tidak perlu ke sekolah untuk mengambil rapor anak-anaknya. Sehingga aman dari Covid-19 dengan tidak berkumpul atau kontak dengan banyak orang.

Ia menambahkan program tersebut berlanjut pada sebuah konsep kerjasama antara sekolah dengan Kantor Pos Malang. Pengiriman rapor siswa SD Muhammadiyah 9 mendapat prioritas mengingat ini merupakan dokumen penting. Dengan estimasi waktu satu hingga dua hari seluruh rapor akan terkirim sesuai alamat yang dituju. “Kalau sampai dua kali petugas tidak bertemu dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain maka rapor akan dikembalikan ke sekolah dan orang tua diminta untuk mengambil kesini (sekolah),” ucapnya.

Bagi siswa kelas VI rapor juga dilengkapi dengan surat kelulusan. Sebagai informasi kelulusan bagi siswa kelas akhir.
Meskipun surat kelulusan baru dibagikan namun seluruh siswa kelas VI lulusan SD Muhammadiyah 9 telah diterima di jenjang lembaga yang lebih tinggi. Baik sekolah negeri atau swasta favorit masing-masing siswa.  Diantaranya juga banyak yang masuk pondok pesantren pilihan.
“Kami berikan keleluasaan bagi anak-anak untuk memilih, boleh masuk SMP atau MTs, Negeri atau Swasta. Semua tergantung mereka, termasuk banyak yang memilih untuk masuk pesantren,” kata dia.

Beberapa hari sebelumnya mulai sejak awal Bulan Juni, SD Muhamamdiyah 9 juga sukses menggelar kegiatan Class Meeting. Namun lagi-lagi dengan cara yang tak biasa. Class Meeting digelar daring atau online.
Dengan ragam perlombaan yang ditentukan oleh guru, semua berjalan sukses dan lancar. Meskipun daring, para siswa dengan bantuan dan bimbingan orang tua mengikuti dengan antusias.

Strategi tersebut mendapat respon positif dari orang tua siswa. Seperti yang diungkapkan Rizdya wali siswa kelas III. Ia mengatakan terobosan sekolah dalam membagikan rapor siswa sangat membantu orang tua. Terutama bagi mereka yang mempunyai kesibukan. “Seperti saya dan suami sama-sama bekerja, jadi jarang punya kesempatan untuk ke sekolah anak,” katanya.

Terlebih kata dia, di masa pandemi semua orang dianjurkan untuk di rumah dan mengurangi kegiatan di luar untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain. “Terima kasih kami sampaikan pada guru-guru SD Muhammadiyah 9 atas inovasinya,” kata dia.

Sumber : MalangPos.com