Renungan Menuju Masa Tua

Sisa umur ini pendek,selagi kita berselera untuk makan, makanlah.

Selagi layak pakailah.

Selagi bisa berbagi, berbagilah.

Silaturahmi lakukanlah dan mari nikmati hidup apa ada adanya .

Tanpa kita sadari,  kebahagiaan hidup terletak pada keikhlasan.

Sehari berlalu umur berkurang, berbuat baiklah kepada sesama .

Karena mati tidak melihat usia muda atau tua.

Kehidupan ini singkat dalam sekejap dan kita pasti akan menuju ke masa tua.

Untuk urusan dunia,janganlah kita menengok ke atas karena pasti akan selalu kurang.

Tengoklah ke bawah maka kita akan selalu merasa cukup dan syukuri apa adanya pasti

bahagia, maka dari itu perbanyaklah bersyukur.

Yang terbaik adalah berbuat baik, membantu orang lain dan jangan menyakiti.

Latih diri dengan berbaik sangka kepada orang lain agar sehat lahir dan batin.

Kasih sayang orang tua tidak ada batas, sadarlah.

Bila anak sakit, orang tua bagai teriris, namun bila orang tua sakit anak hanya menengok dan bertanya.

Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan ,tetapi orang tua memakai uang anak pasti rikuh.

Cukupilah diri sendiri, jangan berharap pemberian anak-anak.

Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tidak akan berakhir sampai kita mati.

Nikmati dan jalani proses kehidupan kita hari ini dan persiapkan kehidupan masa tua mulai hari ini.

Sikapi dengan rasa syukur dan sabar.

 

Ditulis oleh: Ustadzah Essa Sukma Arti (Pendamping kelas 3 Salamah)