Peringati Bulan Bahasa, Siswa SD Muhammadiyah 9 Bereksperimen Sains

Sebuah eksperimen menarik dilakukan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 9 Malang. Selasa (5/11), dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, siswa kelas 6 didampingi guru dan tim dari Gramedia melakukan eksperimen sains. Beberapa percobaan tentang pelajaran IPA menarik minat siswa untuk menggali pengetahuan dengan cara yang berbeda.

Nama-nama percobaan sains yang dilakukan juga terbilang unik untuk kategori siswa Sekolah Dasar. Dengan maksud untuk semakin menarik minat mereka untuk belajar. Seperti angin tornado, kertas ajaib, kantong anti bocor dan gelembung hidung gajah.

Para siswa terlihat antusias dengan eksperimen tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang ingin mencoba secara langsung, meskipun waktu yang tersedia sangat terbatas.

Rinton Priyantoro, S.Pd salah satu guru pendamping menyebutkan, eksperimen yang dilakukan siswa bertujuan untuk memperdalam materi IPA yang diajarkan guru di kelas. Antara lain tentang teori resapan air, tekanan air, perbedaan massa jenis air dan minyak. “Metode ini sangat efektif dalam memberikan pemahaman pada anak. Sebab mereka terlibat langsung dan tentunya lebih efektif dari sekedar mendengar saja,” ujarnya.

Percobaan sains atau pembelajaran berbasis eksperimen memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa SD Muhammadiyah 9. Selain karena metodenya yang menarik, mereka lebih mudah memahami materi yang dipelajari.

Joevini Zacky Saufano, salah satu siswa mengaku senang dengan eksperimen yang ia lakukan. Semangat belajarnya semakin meningkat setelah melakukan percobaan sains tersebut. “Senang bisa belajar dengan percobaan seperti ini, karena saya sendiri belum pernah melakukan,” katanya.

Eksperimen sains merupakan salah satu dari agenda peringatan Bulan Bahasa yang digelar SD Muhammadiyah 9 tahun ini. Ditambah dengan aneka macam kegiatan yang tidak kalah seru.

Antara lain pelatihan menulis cerpen khusus kelas 5, pelatihan membuat dongeng untuk siswa kelas 4, lomba membaca puisi dan mewarna untuk kelas bawah. Selain itu juga ada lomba membuat mading dua dimensi dan ada bazar buku di halaman utama sekolah.

Tema yang diusung untuk lomba Mading yakni Satu Bahasa, Bahasa Indonesia. Uniknya dalam lomba ini sekolah juga melibatkan orang tua dari paguyuban. Sehingga Mading yang dihasilkan terlihat cantik dengan hiasan bermacam aksesoris.

Semua karya siswa tulis siswa berupa artikel, puisi atau lainnya, dipajang di Mading tersebut. Bahkan karya tulis siswa dari kelas inklusi. “Semua siswa kita fasilitasi dan karya mereka kita hargai. Termasuk siswa inklusi. Tema tentang bahasa kita tonjolkan biar sesuai dengan bulan bahasa yang kita peringati,” ucap Loresta, guru Jurnalistik SD Muhammadiyah 9.

Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd, mengatakan kegiatan peringatan Bulan Bahasa tersebut juga untuk mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), “Meskipun sudah memasuki Bulan November, kegiatan ini tetap harus digelar karena memang sangat tepat untuk program GLS serta untuk meningkatkan bakat peserta didik,” ucapnya.

Untuk mendukung program GLS tersebut, SD Muhammadiyah 9 dalam peringatan Bulan Bahasa kali ini juga menggelar pelatihan menulis cerpen untuk kelas 5. Rafif Akbar, salah satu siswa merasa  senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan menulis tersebut. “Saya sangat terbantu dengan pelatihan menulis ini. Awalnya saya cuma bisa menghayal, tapi sekarang sudah tau harus menulis dari langkah yang mana.” ujarnya.

Sumber : malangpostonline.com