Mengenal Mental Block

Pernahkah kita menjumpai seseorang di sekitar kita yang hidupnya dipenuhi dengan ketakutan, baik itu takut mencoba, takut memulai, takut salah, takut rugi ataupun takut dicibir orang lain? Seseorang tersebut ketika dihadapkan dengan kesempatan selalu menyatakan bahwa ia memiliki banyak kekurangan baik itu kurang waktu, kurang tenaga, kurang ilmu dan kekurangan lainnya. Alasan semacam itu akan menjadi penghalang untuk mencapai apa yang ia inginkan atau butuhkan. Kondisi yang seperti ini seringkali dinamakan mental block.

Apa itu mental block?

Mental block adalah program pikiran negatif yang bekerja pada level bawah sadar sehingga tanpa disadari program ini menyabotase segala potensi yang dimiliki. Menurut definisi dari Tony Robbins mental block merupakan kondisi dimana seseorang tidak mampu berkonsentrasi atau berpikir dengan baik.

Mental block dapat terjadi tentunya sangat bergantung pada perbedaan individu masing-masing, dapat dilihat dari gaya fokus, persepsi, tingkat kepercayaan diri, dan kekuatan mental. Seseorang yang mengalami mental block biasanya menunjukkan gejala tidak berenergi, merasa tegang, dan emosi yang berlebihan. Hambatan ini akan membuat dirinya mengalami suatu keadaan yang sebenarnya tidak ia inginkan dan orang sekitarnya akan ikut merasakan dampaknya.

 Apa penyebab mental block?

Penyebab mental block bervariasi, diantaranya:

  • Sering terjebak dalam aturan dan tradisi sehingga mengakibatkan kurangnya kesempatan untuk berkreasi.
  • Seringkali menyatakan “saya belum mampu atau belum siap” sebagai alasan untuk tidak bertindak dan tidak mau mengambil resiko.
  • Sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kebiasaan ini tidak berhenti pada satu momen saja, namun kelanjutannya akan menemukan orang lain yang lebih pintar lagi sehingga akan membuat semakin rendah diri.
  • Tidak percaya diri yang berlebihan. Sikap semacam ini akan berujung pada rasa malu karena akan merasa dinilai buruk dan takut menjadi cibiran orang lain akhirnya takut memulai sesuatu yang baru.
  • Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Saat mengerjakan sesuatu secara terburu-buru cenderung panik, cemas, dan tertekan.
  • Seringkali mengalami kegagalan, akibatnya akan menjadi malas dan berputus asa

Dari uraian penyebab mental block, tentunya sangat mengganggu kualitas hidup seperti produktivitas, kreativitas, hingga potensi diri. Oleh karena itu untuk menghindari resiko akibat mental block sebaiknya dilakukan beberapa cara untuk mengatasinya.

Bagaimana cara mengatasi mental block?

Untuk menghilangkan mental block dalam diri lakukan beberapa cara berikut:

  • Tinggalkan perkumpulan dan lingkungan yang memberikan energi negatif, carilah lingkungan dan teman baru yang memiliki aura positif dan mampu memberikan semangat.
  • Kembangkan sikap pemikiran terbuka, jauhi sifat iri dan dengki. Banyak belajar dari orang yang sudah sukses.
  • Tingkatkan rasa percaya diri. Jangan takut untuk mencoba. Sesungguhnya saat pertama kali melakukan suatu hal yang baru memang terasa sangat sulit, namun kesulitan itulah yang membuat lebih percaya diri dan membuat mental kuat.
  • Teruslah menggali ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang luas mampu untuk meningkatkan mentalitas pada diri kita.
  • Galilah kemampuan yang dimiliki. Ketahuilah potensi dalam diri dan manfaatkan potensi dalam diri menjadi kemampuan diri kita sendiri. Percayalah bahwa diri sendiri itu spesial.
  • Jadilah diri sendiri. Jangan mencoba untuk meniru orang lain karena kita tidak akan mampu untuk menjadi orang lain.
  • Tinggalkan beban masa lalu, karena seringkali ucapan yang pernah didengar dan kejadian di masa lalu menjadi beban seseorang dalam meraih impiannya.

Demikian beberapa cara mengatasi mental block. Mari mulai dari sekarang renungkan dan temukan mental block yang ada dalam diri, setelah itu mulailah unuk menghilangkan mental block yang ada dalam diri masing-masing sehingga bisa berkreasi dan meningkatkan potensi yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Sesungguhnya kehidupan di dunia ini sekali, idealnya setiap saat harus berubah kearah yang lebih baik. Agama Islam mengajarkan orang yang kehidupannya sama saja dengan kemarin maka ia adalah orang yang merugi, namun jika orang yang kehidupannya semakin lebih baik maka itulah orang yang beruntung.

 

Ditulis oleh: Ustadzah Yeni Sutikaningsih, S.Pd (Wali kelas 1 Ibnu Haitam)

 

Daftar Referensi:

http://lifepal.co.id/media/mental-block/

http://lifestyle.kontan.co.id/apa-itu-mental-block/