Harus Cek dan Ricek!, Guru SD Muhammadiyah 9 Malang Belajar Jurnalistik

Samangat belajar ditunjukkan oleh 15 guru SD Muhammadiyah 9 dalam pelatihan menulis berita, Sabtu (9/2). Bersama Pemimpin Redaksi Malangpostonline.com, Husnun N Djuraid, para guru di sekolah Jalan Tumenggung Suryo ini dilatih untuk bisa membuat produk jurnalistik yang bagus.

Hasil program pelatihan ini nantinya difokuskan pada pengembangan website sekolah agar kaya akan informasi dan berita-berita tentang program pendidikan yang ada di SD Muhammadiyah 9 Malang. Para guru peserta pelatihan tampak antusias menyimak dan memperhatikan setiap alur materi yang dijelaskan oleh Husnun N Djuraid selaku pemateri.

Pada kesempatan tersebut,  Husnun menjelaskan, bahwa produk jurnalistik dihasilkan melalui proses pengumpulan,  penulisan, pengeditan dan penyebaran berita. Proses tersebut dilakukan sang jurnalis atau wartawan media massa. “Berita harus faktual. Maka perlu dilakukan cek dan ricek,” kata Husnun.

Ia menambahkan,  membuat berita tidak cukup dengan cek saja. Tapi wartawan harus melakukan ricek atau konfirmasi dengan wawancara narasumber. “Karena berita berbeda dengan opini. Berita dihasilkan melalui proses konfirmasi,” terangnya.

Sedangkan opini, lanjut Husnun,  dihasilkan atas presepsi penulis.  Sehingga tanggungjawabnya pun berada pada yang bersangkutan. “Kalau berita yang bertanggungjawab adalah redaksi,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan,  perbedaan antara informasi dan berita. Menurutnya,  informasi merupakan bagian dari berita. Wartawan bisa menghasilkan sebuah berita dari informasi yang didapat.  “Jadi jangan samakan informasi dengan berita,” tandasnya.

Pada pelatihan jurnalistik ini, Husnun memberikan motivasi kepada guru-guru SD Muhammadiyah 9 agar semangat menulis berita. Dimulai dari hal-hal kecil yang ada di lingkungan sekokah.

Termasuk disetiap program pengajaran baik di kelas maupun di luar kelas. “Dimana-mana ada berita.  Setiap program bisa dijadikan berita.  Misalnya kunjungan ke museum atau kegiatan belajar lainnya di luar sekolah,” tuturnya.