Juara 1 Guru Berprestasi

Diyah Ayuning Tyas, M.Pd, guru SD Muhammadiyah 9 Malang menjadi utusan Kota Malang dalam ajang lomba guru berprestasi di tingkat Jawa Timur, tahun 2021 mendatang. Penghargaan tersebut ia dapatkan setelah sukses menjadi juara 1 Guru Berprestasi Kota Malang tingkat Sekolah Dasar beberapa waktu lalu.

Diyah merasa bangga bisa menjadi utusan kota Malang sekaligus mewakili SD Muhammadiyah 9. “Alhamdulillah tentunya ink berkat dukungan kepala sekolah dan teman-teman kami sesama guru,” ungkapnya kepada Malangpostonline.com.

Ia menjadi juara 1 tingkat Kota Malang setelah berhasil memenangkan lomba guru berprestasi tingkat kecamatan. Ia menjadi salah satu yang lolos ke tingkat kota dari empat utusan Kecamatan Klojen.

Diyah menjelaskan, dalam lomba tersebut ada beberapa tahap penilaian. Lomba dimulai 7 Februari 2020 lalu, dengan menyerahkan portofolio oleh seluruh peserta utusan kecamatan. Selanjutnya seleksi diteruskan dengan tes tulis, psikotes dan kepribadian, pada 17 Februari dan tes wawancara, pada 26 Februari 2020. “Seleksi diakhiri dengan presentasi Karya Tulis Ilmiah pada tanggal 5 Maret,” imbuhnya.

Dalam tes tulis dan wawancara, setiap peserta diuji kemampuannya tentang pengetahuan dan wawasan mereka terhadap kompetensi seorang pendidik. Minimal mereka harus mengetahui empat kompetensi, meliputi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. “Disitu kita ditanyakan cara mengajar yang baik pada siswa, menyelesaikan sebuah kasus, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya,” terang Diyah.

pun pada tahap presentasi, para peserta mempertanggungjawabkan KTI yang telah dibuat. Dalam hal ini Diyah, mempresentasikan aplikasi buatannya sebagai media pembelajaran berbasis daring atau online. Media tersebut ia namakan media bermain debit air berbasis android. “Pada awalnya saya membuat aplikasi ini karena anak-anak kita saat ini memasuki era revolusi industri 4.0. Dan ternyata sangat dibutuhkan dan bermanfaat saat kondisi seperti ini, dimana guru dan siswa mengajar dan belajar di rumah,” jelasnya.

Ia berharap di lomba tingkat Jawa Timur nantinya, bisa tampil lebih baik, sehingga dapat mengharumkan citra Kota Malang serta SD Muhammadiyah 9 Malang. “Yang pasti persiapannya harus lebih baik, karena seleksinya lebih ketat, mohon doanya semoga bisa memberikan yang terbaik,” harapnya. (imm)

Juara 1 Guru Berprestasi, Guru SD Muhammadiyah 9 Jadi Wakil Kota Malang

Diyah Ayuning Tyas, M.Pd, guru SD Muhammadiyah 9 Malang menjadi utusan Kota Malang dalam ajang lomba guru berprestasi di tingkat Jawa Timur, tahun 2021 mendatang. Penghargaan tersebut ia dapatkan setelah sukses menjadi juara 1 Guru Berprestasi Kota Malang tingkat Sekolah Dasar beberapa waktu lalu.

Diyah merasa bangga bisa menjadi utusan kota Malang sekaligus mewakili SD Muhammadiyah 9. “Alhamdulillah tentunya ink berkat dukungan kepala sekolah dan teman-teman kami sesama guru,” ungkapnya kepada Malangpostonline.com.

Ia menjadi juara 1 tingkat Kota Malang setelah berhasil memenangkan lomba guru berprestasi tingkat kecamatan. Ia menjadi salah satu yang lolos ke tingkat kota dari empat utusan Kecamatan Klojen.

Diyah menjelaskan, dalam lomba tersebut ada beberapa tahap penilaian. Lomba dimulai 7 Februari 2020 lalu, dengan menyerahkan portofolio oleh seluruh peserta utusan kecamatan. Selanjutnya seleksi diteruskan dengan tes tulis, psikotes dan kepribadian, pada 17 Februari dan tes wawancara, pada 26 Februari 2020. “Seleksi diakhiri dengan presentasi Karya Tulis Ilmiah pada tanggal 5 Maret,” imbuhnya.

Dalam tes tulis dan wawancara, setiap peserta diuji kemampuannya tentang pengetahuan dan wawasan mereka terhadap kompetensi seorang pendidik. Minimal mereka harus mengetahui empat kompetensi, meliputi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. “Disitu kita ditanyakan cara mengajar yang baik pada siswa, menyelesaikan sebuah kasus, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya,” terang Diyah.

pun pada tahap presentasi, para peserta mempertanggungjawabkan KTI yang telah dibuat.  Dalam hal ini Diyah, mempresentasikan aplikasi buatannya sebagai media pembelajaran berbasis daring atau online. Media tersebut ia namakan media bermain debit air berbasis android. “Pada awalnya saya membuat aplikasi ini karena anak-anak kita saat ini memasuki era revolusi industri 4.0. Dan ternyata sangat dibutuhkan dan bermanfaat saat kondisi seperti ini, dimana guru dan siswa mengajar dan belajar di rumah,” jelasnya.

Ia berharap di lomba tingkat Jawa Timur nantinya, bisa tampil lebih baik, sehingga dapat mengharumkan citra Kota Malang serta SD Muhammadiyah 9 Malang. “Yang pasti persiapannya harus lebih baik, karena seleksinya lebih ketat, mohon doanya semoga bisa memberikan yang terbaik,” harapnya.

Tekun dan Sabar, Shahrin Hafal Lima Juz Alquran

Pekan lalu, SD Muhammadiyah 9 Malang menggelar Wisuda Alquran untuk angkatan keempat. Kegiatan diikuti oleh 38 siswa dengan dua kategori, tahfidz dan tartil atau khataman. Salah satu peserta wisuda bernama Khaira Shahrin Nahiza, peserta dengan jumlah hafalan terbanyak.

Siswi kelas VI ini sukses menghafal Alquran hingga lima juz, mulai juz 26 sampai juz 30. Prestasi tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bagi siswa sekolah dasar yang biasanya hanya mampu menghafal Alquran juz 30.
Kepada Malang Post, Khaira Shahrin Nahiza mengatakan, ia mulai menghafal Alquran sejak duduk di bangku kelas III. Berkat ketekunan serta bimbingan orang tua dan gurunya di sekolah ia mampu menghafal hingga lima juz Alquran. “Menghafal Alquran tidak sulit, setiap pulang sekolah saya selalu menghafal ditemani oleh mama,” ujar siswi yang memiliki cita-cita menjadi dokter ini.

Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd., mengatakan, prestasi anak didiknya dalam bidang Alquran tidak lepas dari ilmplementasi program bimbingan yang intens di sekolah. Setiap harinya minimal ada tiga sesi membaca Alquran, pada pagi di awal pembelajaran, di tengah pembelajaran dan akhir pembelajaran.
“Tujuan kami agar anak terbiasa membaca dan mendengar lantunan Alquran. Ini sebagai upaya kami untuk mendekatkan mereka dengan ayat-ayat Allah,” tandasnya.

Sony berharap para siswa yang telah diwisuda, tidak lantas kendor semangatnya untuk mengaji. Karena dengan pembiasaan membaca Alquran ilmu mereka akan berkembang. “Yang kami inginkan anak-anak bisa menghiasai rumah-rumah mereka dengan Alquran dan membanggakan orang tuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCM Kecamatan Blimbing, Drs. Bambang Mulyadi yang turut hadir dalam acara merasa kagum dengan program pembinaan siswa di SD Muhammadiyah 9. Ia menilai siswa yang belajar di sekolah ini setiap harinya disibukkan dengan hal-hal possitif. “Dengan mengalihkan perhatian anak pada hal yang positif maka mereka akan terhindar dari hal yang negatif. Karena di masa sekarang kriminal sudah merambah ke anak kecil. Tidak lagi orang dewasa saja para pelakunya, itu karena kurang pembinaan,” tuturnya.

Oleh karana itu, kata dia, orang tua dan guru harus bisa membina dan mengarahkan anak mulai sejak kecil. Kalau sudah besar akan sulit untuk diluruskan.
Ia menganalogikan dengan sebuah pohon besar yang tidak bisa lagi tumbuh tegak karena saat kecil tidak diperhatikan. “Anak kalau dibina sejak kecil akan seperti pohon yang tumbuh tegak, rindang dan banyak buahnya,” pungkasnya.

SD Muhammadiyah 9 Malang Gudangnya Siswa Berprestasi

Kreativitas dan semangat siswa SD Muhammadiyah 9 Malang membuahkan segudang prestasi. Pembinaan dan kerja keras guru di sekolah mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai bidang. SD yang terletak di Jalan Tumenggung Suryo No 5 Kota Malang itu terus bertekad membangun karakter dan kreatifitas siswa.

Pada 2019, sederet prestasi sekolah yang membanggakan tidak hanya diraih siswa, namun juga guru. Prestasi itu di antaranya, juara 3 Cerdas Cermat dalam Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam IV Provinsi Jatim ditorehkan M Nabil Amirullah, Aflaha Ayatillah, dan Zubair Ramadhan; Juara 1 Kelas L Putra Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Paku Bumi Open VI 2019 Asia-Eropa di Bandung yang ditorehkan Janitra Evan Bachtiar.

Selanjunya Juara 1 Pencak Silat Kejuaraan Merpati Putih Malang Raya di UB yang ditorehkan Bram Wicaksono; Juara 1 Malang Piano Competition 2019 Grade 2 – B1 Asosiasi Guru Piano Malang yang ditorehkan Aqila Muna Herdianti; Peraih Merit Ajang Kompetisi Sains Nalaria Realistik Nasional di Bogor, Andhika Aqil Fattan; dan Peraih Medali Perunggu Olimpiade Nasional & Sains Emerald Education Centre di Surabaya, Laksmi Rahayu.

Sementara guru SD Muhammadiyah 9, Diah Ayuningtyas MPd meraih prestasi dalam Bimbingan Teknis Instruktur Literasi Baca-Tulis Badan Pengembangan Bahasa & Perbukuan Kemendikbud di Jakarta.

Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang Sony Darmawan MPd menyatakan, prestasi yang ditorehkan siswa dan guru akan diapresiasi sekolah. Salah satunya dengan publikasi prestasi yang mereka torehkan. Tidak hanya itu, pihaknya juga membantu siswa kelas akhir yang berprestasi agar bisa melanjutkan di sekolah favorit. “Kami selalu mendukung dan membimbing siswa maupun guru untuk meraih prestasi hingga tingkat Internasional. Baik prestasi di bidang akademik maupun nonakademik,” terangnya.

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang Lutfi Kariyono SPd menambahkan, pihaknya selalu mendorong kreatifitas siswa. Pembinaan ekstrakurikuler dan pendampingan bakat siswa juga tak luput dari perhatian sekolah. “Dukungan kami dengan pembinaan dan pendampingan. Prestasi ini bukan hanya untuk sekolah, tapi agar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : website radarmalang.id

Salam dari Siswa di Malang, Lestarikan Makanan Indonesia

Melestarikan makanan Indonesia dengan cara nge vlog. Hal itu dilakukan oleh SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, Jawa Timur.

Baiq Lia guru kelas 3 Zaenab sengaja menugaskan siswanya untuk memperkenalkan makanan dan minuman asli Indonesia dengan cara kekinian.

“Ini tugas tema 5 sub tema 1 dengan cara yang menyenangkan, anak-anak millenial mengerjakan tugas dengan cara kekinian tentunya,” tutur Baiq.

Baiq menambahkan, dengan membuat vlog siswa akan lebih berani berbicara, tak hanya di depan teman-temannya, namun juga di depan kamera yang akan disaksikan banyak orang dari berbagai penjuru dunia.

“Yang terpenting, materi tersampaikan dengan menyenangkan, anak-anak memahami beragam makanan dan minuman Indonesia. Diharapkan mereka juga turut melestarikannya,” tutup Baiq.

Nah salah satunya vlog dari Alfael Rumi, siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang yang memperkenalkan aneka makanan yang disajikan di angkringan khas Yogyakarta. (*)

Perayaan untuk Tiga Peristiwa Besar

pawai-SDM-9-MalangMemperingati milad yang ke-106 M/109 H, SD Muhammadiyah 9 Malang mengadakan Semarak Pawai Milad Muhammdiyah 9, Hari Pahlawan, dan Maulid Nabi Muhammad saw, Senin (19/11/2018).

Pawai diikuti oleh 620 siswa SD Muhammadiyah 9 beserta puluhan siswa TK ABA 10. Seluruh guru dan karyawan ikut mendampingi dan dikawal oleh beberapa polisi Polsek Klojen.

Peserta pawai berkeliling ke jalan sekitar sekolah sambil membawa poster-poster yang bertuliskan tema milad Muhammadiyah, Hari Pahlawan, dan Maulid Nabi. Peserta juga membawa bunga dan bingkisan mi instan dibagikan ke warga sekitar yang ditemui sepanjang jalur pawai. Aneka ragam kostum yang dikenakan menambah kesan semarak.

Usai pawai, seluruh peserta berkumpul di halaman sekolah untuk mendapat pengarahan dari polisi Bimmas Polsek mengenai aturan berkendara demi keamanan siswa. Setelah itu siswa menyaksikan hiburan berupa tampilan-tampilan dari perwakilan siswa seluruh kelas dan pengundian doorprize. Hadiah utama dua sepede gunung dan puluhan hadiah hiburan lainnya. Dalam acara tersebut juga dibuka bazar makanan yang dikelola oleh wali murid.

Aiptu Isrofi mengajak siswa sadar arti penting menggunakan helm. ”Meskipun kalian masih kecil, masih SD, memakai helm sangat dianjurkan agar dapat mengurangi bahaya kecelakaan. Diri kalian wajib dilindungi sejak dini. Bukan alasan masih kecil, belum waktunya pakai helm,” tegasnya.

Polisi lainnya Aiptu Wahyu Ekayanti menambahkan, pentingnya melindungi diri dari bahaya penculikan. ”Akhir-akhir ini marak berita hoax tentang penculikan anak. Adik-adik harus waspada namun tetap tenang. Yang biasa antar jemput pakai ojek online kami imbau harus lebih hati-hati. Sampaikan ke orang tua masing-masing sebaiknya sempatkan untuk antar jemput sendiri. Kalau tepaksa pakai ojek online  usahakan yang memang sudah kenal baik ya,” tandasnya.

Arip Hidayat MPdI, ketua pelaksana mengatakan, pawai ini merupakan agenda tahunan sekolah. ”Pawai ini diadakan setiap tahun untuk menanamkan kebesaran Muhammadiyah dan mereka tidak melupakan sejarah Muhammadiyah yang sudah diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan. Sehingga anak-anak menjadi kader Muhammadiyah yang tangguh,” jelas guru Ismuba tersebut.

Acara semarak milad Muhammadiyah usai ditandai dengan diserahkannya hadiah utama kepada Ratu Callista, siswi kelas 5 An Nafi yang beruntung. “Seneng dapat sepeda. Bisa digunakan saat libur sekolah. Hari libur besok akan saya pakai olahraga,” cetusnya kegirangan. (Loresta)

SD Muhammadiyah 9 Banyak Juaranya

Sd Muhammadiyah 9 Malang kembali bertabur juara. Kali ini, pada acara Pekan Ta’aruf Pelajar Muhammadiyah 2018 (PETAPEM) yang diadakan di SMP Muhammadiyah 1 Malang, 17 Oktober 2018.

Puluhan siswa-siswi SD Muhammadiyah 9 Malang unjuk gigi di acara yang diikuti oleh sekolah-sekolah Muhammdiyah-Aisyiyah se Kota Malang tersebut.

Berkat pembinaan dan latihan rutin yang dijalani oleh puluhan siswa-siswi tersebut, SD Muhammadiyah 9 berhasil meraih mendulang belasan piala dari berbagai kejuaraan.
Di antaranya:

Juara 1 paduan suara Juara 1 futsal
Juara 1 senam kreasi
Juara 3 sholat jamaah putra dan Putri
Juara 3 lari estafet
Juara 3 olimpiade matematika
Juaara 3 tari kreasi
Juara 3 olimpiade Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan bahasa Arab
Juara 2 cerdas cermat kelas bawah

Petapem merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh majelis dikdasmen PDM Kota Malang yang bertujuan menyiapkan kader-kader berprestasi serta menyalurkan minat dan pengembangan bakat siswa. (Tim Pewarta SDM9)

Tulis Buku untuk Dunia Anak

Menekuni hobi menulis sejak menikah, Diyah Ayuning Tyas, M.Pd, terus menggeluti hobinya tersebut hingga terbitlah beberapa buku yang ditujukan untuk anak-anak. Meskipun kesibukan sebagai guru di SD Muhammadiyah 9 Malang sudah cukup menyita waktu, namun nyatanya ia mampu produktif dalam berbagai kegiatan baik menulis hingga membimbing.

Diyah sapaan akrabnya, meluangkan waktunya sepulang mengajar untuk menuliskan ide kreatifnya. Sementara di saat pagi hingga sore, ia fokuskan menularkan ilmu di sekolah tempatnya bekerja. Jika disela-sela mengajar terbersit ide, ia akan menuliskannya di kertas kecil lantas dikembangkan pada malam harinya.

“Saya suka menulis sejak menikah, kebetulan suami saya penulis dan guru Bahasa Indonesia. Awalnya saya suka ngomong, lalu suami mengarahkan apa saja yang saya omongkan sebaiknya ditulis biar bisa selalu diingat,” ungkap Diyah.

Hal ini ditekuninya selama dua minggu, hingga akhirnya menjadi sebuah buku. Ide yang ada di kepala, ia kembangkan menjadi sebuah artikel untuk dikirimkan ke media masa sebagai opini.

Beberapa buku yang telah ditulisnya yakni Sayangi Bintang dengan Cara yang Tepat, Aku dan Jaran Kepang, Harapan di Gunung Kapur, Semarak Idul Fitri di 23 Negara 5 Benua, Menjadi Guru Es Krim, Antalogi Cerita Pendek, dan beberapa buku tematik terpadu.

Selain hobi menulis Diyah juga memiliki beberapa prestasi baik ditingkat Kota maupun Nasional seperti menjadi finalis inovasi pembelajaran SD Tingkat Nasional tahun 2015, Juara 3 Olimpiade Guru MIPA tingkat Kota Malang 2015, dan Finalis Diseminasi Literasi tingkat Nasional tahun 2017. Bahkan kecintaannya dalam dunia literasi diwujudkannya dengan membuka sanggar baca di Lesanpuro Malang.

“Saya juga menjadi pemateri untuk penulisan anak di komunitas sinau Malang Raya, Semua Bisa Menulis,” pungkasnya sembari tersenyum.

Sumber : Malang-Post.com

Fathir, Pendekar Cilik Juara Internasional

Umumnya, sang juara hanya ahli pada satu kategori. Tapi, Fathir Arya Mustofa berhasil menyabet juara di dua kategori yang kontras. Yakni, seni, kategori yang menonjolkan keluwesan, dan fight, kategori yang mengandalkan ketangkasan.

PELUH membasahi wajahnya. Mengenakan celana combor berlogo IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia), Fathir Arya Mustofa memperagakan jurus-jurusnya. Pandangannya tajam ke depan, sementara kakinya kokoh memasang kuda-kuda.

”Yang ini jurus Harimau Tapak Suci,” ujar Fathir kecil di sela-sela latihan saat ditemui di rumahnya, Jalan Pemandian, RT 07 RW 09, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kemarin (18/2).

Arah jarum jam menunjukkan pukul 14.00. Bocah 13 tahun itu kemudian melanjutkan latihannya. Gerakannya lentur, serta kembangannya pendek-pendek. Ya, jurus yang diperagakan itu untuk kategori seni yang menonjolkan kelenturan. Berbeda dengan jurus pada kategori kompetisi yang fight yang mengutamakan ketangkasan.

Siswa kelas VI SD Muhammadiyah 9 Malang itu lantas menceritakan keberhasilannya merebut juara di kompetisi Pencak Silat Paku Bumi Open IV Asia-Eropa di Bandung pada 2–4 Februari lalu. Di kompetisi internasional tersebut, Fathir berhasil merajai dua kategori. Yakni, kategori seni dan fight.

”Dua-duanya saya meraih medali emas,” kata bocah kelahiran Jakarta, 29 Oktober 2005, itu.

Kepiawaian Fathir tergolong langka. Umumnya, para juara hanya menguasai satu kategori. Jika ahli di kategori fight, biasanya lemah di kategori seni. Begitu juga sebaliknya, bila jago di kategoi seni, biasanya lemah di kategori fight. Sebab, dua kategori itu menonjolkan sisi yang berbeda. Apalagi, Fathir tidak pernah membaca buku pencak silat.

Lantas, bagaimana Fathir bisa menguasai jurus-jurus pencak silat?

Terlahir dari keluarga pencak silat, tentu Fathir kecil kerap melihat ayahnya berlatih. ”Saya juga sering lihat kakak latihan dan bertanding,” kata putra Kapten Endri Mustofa, perwira TNI yang berdinas sebagai kepala Unit Rikkes RS Tk.II dr Soepraoen tersebut.

Sebenarnya, keluarganya sempat melarang Fathir berlatih. Terutama ibunya, Dyah Arbaeni. Itu karena Fathir kecil mengidap asma. ”Saya punya asma. Itu yang bikin Ibu takut kalau saya latihan berat,” tuturnya yang didampingi ibunya saat berbincang dengan koran ini.

Meski dilarang, Fathir rupanya tetap berlatih. Pada 2013 lalu, dia menjajal jurus-jurus yang biasanya diperagakan ayahnya saat berlatih. Agar tidak ketahuan ibunya, Fathir diam-diam terus berlatih. Khususnya saat di sekolah.

Motivasi terbesarnya mempelajari silat adalah menjadi juara. Sebagai anak laki-laki, dia ingin membuktikan kemampuannya kepada ibunya. Kini, pembuktian yang diinginkannya itu berhasil. Saat dipilih pelatih di sekolahnya untuk duet dengan kakak kelasnya terjun di kategori seni, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu.

Fathir sadar akan kemampuannya. Dia dipilih karena cepat menghafal jurus-jurus pencak silat. Meski begitu, bukan berarti perjalanan dunia silat Fahir tanpa hambatan. Dia juga pernah bertanding dan tidak meraih juara. Belum lagi larangan ibunya karena dia sempat sakit.

”Ibu melarang, tapi Ayah terus menyemangati,” kata siswa Tapak Suci sabuk kuning melati empat itu.

Sembuh dari sakit, Fathir kembali latihan. Ibunya mengizinkan, tapi dengan syarat. Yakni, jurus yang dipelajarinya tidak terlalu berat. Lagi-lagi, Fathir harus meyakinkan ibunya kalau dirinya tidak memiliki masalah kesehatan. Pada tahun 2015, Fathir berhasil menyabet emas seni ganda tangan kosong dan perak seni beregu Kejurda Tapak Suci Malang Raya.

Prestasinya berlanjut dari tahun ke tahun. Pada 2016, dia menyabet perunggu seni tunggal Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Malang Raya. Saat itu, Fathir juga sudah latihan fight di sekolahnya.

Motivasi Fathir mempelajari jurus di kategori fight adalah karena dia ingin menguasai lebih banyak lagi jurus.

Pada 2016, Fathir menorehkan rekor kali pertama yang tercipta di Kejurda Tapak Suci Malang Raya. Dia menyabet dua emas, satu dari seni tunggal, dan satu dari fight. ”Asma kambuh, tapi saya tidak mau memperlihatkannya pada Ibu,” ucapnya tersenyum.

Sejak itu, kepercayaan dirinya muncul, dan Fathir berlatih lebih giat. Prestasinya pun berlanjut. Pada 2017 dia menyabet emas seni beregu di ajang Open Cup di Universitas Muhammadiyah Gersik (UMG), lalu dilanjutkan meraih perak ganda tangan kosong dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Unair Cup.

Perjalanan Fathir menjuarai kedua kategori yang kontras itu –fight dan seni– tentu tidak mudah. Pada ajang O2SN 2017 misalnya, dia terpaksa menginap seminggu di RS Lavalette karena sakit asmanya kambuh.

Ibunya panik. Karena biasanya, Fathir sudah biasa dirawat di rumahnya saat asmanya kambuh. Di rumah, orang tuanya memang menyediakan obat dan alat medis sederhana untuk keperluan kesehatan keluarga.

Namun di tahun yang sama, Fathir kembali berjaya dalam Kejurda Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tiga medali dia raih sekaligus dalam satu event itu. Emas fight, emas seni ganda, dan pesilat terbaik yang terpilih dari ratusan pesilat yang bertanding.

Tak berhenti di situ. Pada awal Februari lalu, Fathir pulang dari Bandung setelah menggondol dua medali emas dari dua kategori yang kontras itu, fight dan seni. ”Saya bisa meraih juara karena rajin berlatih. Setiap hari saya latihan sepulang sekolah hingga menjelang magrib,” tandasnya.

Sumber : radarmalang.id

Juara 1 Teater PSP 2016

Meski awalnya kurang percaya diri berkompetisi dalam ajang lomba teater pada gelaran Pekan Seni Pelajar (PSP) 2016 yang digelar pada Kamis, 20 Oktober 2016 lalu SD Muhammadiyah 9 Malang akhirnya mampu menjadi jawara pada ajang lomba tersebut.

Tim teater ” Selapan ” asal sekolah jenjang SD yang kini dikepalai oleh Sony Darmawan, S Pd itu mampu meraih pemuncak jawara bidang Lomba Teater pada ajang PSP 2016 usai lakon ” Asal Muasal Kota Malang ” dibawakan dengan apik oleh peserta didik SD yang berada dikawasan jalan Jln. Raden Tumenggung suryo No. 5.

Read more

1 2