Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Assalamu’alaikum wr wb .
Segala puji bagi Allah Ya Rahman Ya Rahim, pada hari penuh kebahagiaan ini seluruh kaum muslimin bersama mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT.
.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah bagi junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kita semua menjadi hamba-hamba yang senantiasa diberkahi rahmat dan hidayah dari Allah SWT.
.
Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, banyak pesan dan kesan yang tentunya melekat di hati kita.
.
Di hari kemenangan Idul Fitri ini, kami, segenap keluarga besar SD Muhammadiyah 9 Malang mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hiriyah, taqabbalallahu minna waminkum. Mohon maaf lahir dan batin. 🙏🏻
.
Wassalammualaikum wr wb.
#everychildisspecial
#fastabiqulkhairat
#sdmuh9malang

Juara 1 Guru Berprestasi

Diyah Ayuning Tyas, M.Pd, guru SD Muhammadiyah 9 Malang menjadi utusan Kota Malang dalam ajang lomba guru berprestasi di tingkat Jawa Timur, tahun 2021 mendatang. Penghargaan tersebut ia dapatkan setelah sukses menjadi juara 1 Guru Berprestasi Kota Malang tingkat Sekolah Dasar beberapa waktu lalu.

Diyah merasa bangga bisa menjadi utusan kota Malang sekaligus mewakili SD Muhammadiyah 9. “Alhamdulillah tentunya ink berkat dukungan kepala sekolah dan teman-teman kami sesama guru,” ungkapnya kepada Malangpostonline.com.

Ia menjadi juara 1 tingkat Kota Malang setelah berhasil memenangkan lomba guru berprestasi tingkat kecamatan. Ia menjadi salah satu yang lolos ke tingkat kota dari empat utusan Kecamatan Klojen.

Diyah menjelaskan, dalam lomba tersebut ada beberapa tahap penilaian. Lomba dimulai 7 Februari 2020 lalu, dengan menyerahkan portofolio oleh seluruh peserta utusan kecamatan. Selanjutnya seleksi diteruskan dengan tes tulis, psikotes dan kepribadian, pada 17 Februari dan tes wawancara, pada 26 Februari 2020. “Seleksi diakhiri dengan presentasi Karya Tulis Ilmiah pada tanggal 5 Maret,” imbuhnya.

Dalam tes tulis dan wawancara, setiap peserta diuji kemampuannya tentang pengetahuan dan wawasan mereka terhadap kompetensi seorang pendidik. Minimal mereka harus mengetahui empat kompetensi, meliputi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. “Disitu kita ditanyakan cara mengajar yang baik pada siswa, menyelesaikan sebuah kasus, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya,” terang Diyah.

pun pada tahap presentasi, para peserta mempertanggungjawabkan KTI yang telah dibuat. Dalam hal ini Diyah, mempresentasikan aplikasi buatannya sebagai media pembelajaran berbasis daring atau online. Media tersebut ia namakan media bermain debit air berbasis android. “Pada awalnya saya membuat aplikasi ini karena anak-anak kita saat ini memasuki era revolusi industri 4.0. Dan ternyata sangat dibutuhkan dan bermanfaat saat kondisi seperti ini, dimana guru dan siswa mengajar dan belajar di rumah,” jelasnya.

Ia berharap di lomba tingkat Jawa Timur nantinya, bisa tampil lebih baik, sehingga dapat mengharumkan citra Kota Malang serta SD Muhammadiyah 9 Malang. “Yang pasti persiapannya harus lebih baik, karena seleksinya lebih ketat, mohon doanya semoga bisa memberikan yang terbaik,” harapnya. (imm)

Tekun dan Sabar, Shahrin Hafal Lima Juz Alquran

Pekan lalu, SD Muhammadiyah 9 Malang menggelar Wisuda Alquran untuk angkatan keempat. Kegiatan diikuti oleh 38 siswa dengan dua kategori, tahfidz dan tartil atau khataman. Salah satu peserta wisuda bernama Khaira Shahrin Nahiza, peserta dengan jumlah hafalan terbanyak.

Siswi kelas VI ini sukses menghafal Alquran hingga lima juz, mulai juz 26 sampai juz 30. Prestasi tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bagi siswa sekolah dasar yang biasanya hanya mampu menghafal Alquran juz 30.
Kepada Malang Post, Khaira Shahrin Nahiza mengatakan, ia mulai menghafal Alquran sejak duduk di bangku kelas III. Berkat ketekunan serta bimbingan orang tua dan gurunya di sekolah ia mampu menghafal hingga lima juz Alquran. “Menghafal Alquran tidak sulit, setiap pulang sekolah saya selalu menghafal ditemani oleh mama,” ujar siswi yang memiliki cita-cita menjadi dokter ini.

Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd., mengatakan, prestasi anak didiknya dalam bidang Alquran tidak lepas dari ilmplementasi program bimbingan yang intens di sekolah. Setiap harinya minimal ada tiga sesi membaca Alquran, pada pagi di awal pembelajaran, di tengah pembelajaran dan akhir pembelajaran.
“Tujuan kami agar anak terbiasa membaca dan mendengar lantunan Alquran. Ini sebagai upaya kami untuk mendekatkan mereka dengan ayat-ayat Allah,” tandasnya.

Sony berharap para siswa yang telah diwisuda, tidak lantas kendor semangatnya untuk mengaji. Karena dengan pembiasaan membaca Alquran ilmu mereka akan berkembang. “Yang kami inginkan anak-anak bisa menghiasai rumah-rumah mereka dengan Alquran dan membanggakan orang tuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCM Kecamatan Blimbing, Drs. Bambang Mulyadi yang turut hadir dalam acara merasa kagum dengan program pembinaan siswa di SD Muhammadiyah 9. Ia menilai siswa yang belajar di sekolah ini setiap harinya disibukkan dengan hal-hal possitif. “Dengan mengalihkan perhatian anak pada hal yang positif maka mereka akan terhindar dari hal yang negatif. Karena di masa sekarang kriminal sudah merambah ke anak kecil. Tidak lagi orang dewasa saja para pelakunya, itu karena kurang pembinaan,” tuturnya.

Oleh karana itu, kata dia, orang tua dan guru harus bisa membina dan mengarahkan anak mulai sejak kecil. Kalau sudah besar akan sulit untuk diluruskan.
Ia menganalogikan dengan sebuah pohon besar yang tidak bisa lagi tumbuh tegak karena saat kecil tidak diperhatikan. “Anak kalau dibina sejak kecil akan seperti pohon yang tumbuh tegak, rindang dan banyak buahnya,” pungkasnya.

38 Siswa SD Muhammadiyah 9 Malang Wisuda Alquran

SD Muhammadiyah 9 Panglima Sudirman Malang mewisuda tahfidz dan Alquran 38 siswa, Sabtu (14/3) .  Acara yang digelar di Masjid Jenderal Sudirman Jalan Tumenggung Suryo dihadiri ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Blimbing, dewan guru dan orang tua siswa wisudawan.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat-ayat Alquran oleh para wisudawan.  Diawali dengan pembacaan surat-surat pendek juz 30 dan penampilan beberapa siswa dari masing-masing kategori, yaitu kategori tahfidz juz 30, juz 29, juz 28 dan juz 27, serta kategori tartil.  Jumlah siswa wisudawan dari kategori tahfidzul qur’an 16 siswa Juz 30, sembilan siswa Juz 29, tiga siswa juz 28, satu siswa siswa juz 30 dan 29, satu siswa juz 28 dan 27. Sedangkan kategori tartilul quran atau khatam alquran terdiri dari 14 siswa.
“Ini belum satu tahun, tapi anaka-anak sudah hafal Alquran. Sehingga wisuda bisa kami gelar lebih cepat.  Ini bekat kesungguhan guru dan siswa serta didukung kerjasama yang baik dengan orang tua,” kata Kepala SD Muhammadiyah 9, Sony Darmawan, S.Pd., M.Pd.

Dalam momen tersebut dia merasa bahagia. Kegiatan wisuda seyogyanya digelar sekali dalam setahun. Pembinaan Alquran oleh para guru dimulai pada Juli 2019. Seharusnya wisuda baru bisa digelar Juni.
Sony mengungkapkan, guru telah melaksanakan kewajiban mereka semaksimal mungkin dengan pembinaan terbaik untuk peserta didiknya. Prosesi wisuda merupakan bukti bahwa pembinaan selama ini telah berhasil. Ditambah lagi dalam acara tersebut, ada sesi uji publik yang memberikan kesempatan pada orang tua dan seluruh undangan untuk menguji langsung kemampuan para siswa.
“Alhamdulillah ini pencapain dari kewajiban yang kami laksanakan. Setiap tahun jumlah wisudawan semakin meningkat. Sekolah selalu melakukan perbaikan program agar hasilnya semakin bagus,” ungkapnya.

Sony menambahkan, dirinya bersama para guru menginginkan siswa SD Muhammadiyah 9 minimal bisa hafal Alquran juz 30. Upaya untuk mencapai keinginan tersebut terus ditingkatkan dan menuai hasil yang memuaskan. Karena diantara siswa bahkan ada yang berhasil menghafal juz 29, 28 dan 27.

Hal tersebut kata dia, juga tidak lepas dari pembiasaan membaca Alquran di SD Muhammadiyah 9, yang dalam sehari sampai tiga kali. Di awal pembelajaran, tengah dan akhir pembelajaran. “Semoga siswa-siswi kami menjadi anak-anak saleh dan salehah yang menjadikan Alquran sebagai hiasan dalam hidupnya,” harap Sony.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Kecamatan Blimbing Drs. Bambang Mulyadi., turut berbangga menyaksikan siswa-siswi hebat generasi Alquran yang dicetak SD Muhammadiyah 9 Malang. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja keras guru serta partisipasi orang tua dalam mendukung program sekolah.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru yang telah mendidik siswa menjadi generasi qurani. Kami patut berbangga, termasuk kepada orang tua yang masih perhatian pada putra putrinya di bidang Alquran. Karena di masa kini biasanya orang tua lebih bangga kalau prestasi anaknya di bidang umum,” ucapnya.

Menurutnya, dengan dekat Alquran derajat seseorang menjadi mulia di sisi Allah. Seperti halnya kemuliaan Malaikat Jibril karena menyampaikan Alquran pada Nabi Muhammad, Malam Lailatul Qodr dan Ramadan menjadi mulia karena turunnya Alquran. “Demikian juga dengan kita, akan mencapai derajat mulia kalau dekat dengan Alquran,” pungkasnya.

Sumber malang-post.com

Salam dari Siswa di Malang, Lestarikan Makanan Indonesia

Melestarikan makanan Indonesia dengan cara nge vlog. Hal itu dilakukan oleh SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, Jawa Timur.

Baiq Lia guru kelas 3 Zaenab sengaja menugaskan siswanya untuk memperkenalkan makanan dan minuman asli Indonesia dengan cara kekinian.

“Ini tugas tema 5 sub tema 1 dengan cara yang menyenangkan, anak-anak millenial mengerjakan tugas dengan cara kekinian tentunya,” tutur Baiq.

Baiq menambahkan, dengan membuat vlog siswa akan lebih berani berbicara, tak hanya di depan teman-temannya, namun juga di depan kamera yang akan disaksikan banyak orang dari berbagai penjuru dunia.

“Yang terpenting, materi tersampaikan dengan menyenangkan, anak-anak memahami beragam makanan dan minuman Indonesia. Diharapkan mereka juga turut melestarikannya,” tutup Baiq.

Nah salah satunya vlog dari Alfael Rumi, siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang yang memperkenalkan aneka makanan yang disajikan di angkringan khas Yogyakarta. (*)

Berinovasi Untuk Pendidikan Masa Kini

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Muhammadiyah Aisyiyah Kota Malang menggelar workshop pembelajaran. Tujuannya agar guru guru SD Muhammadiyah Aisyiyah semakin kompeten. Inilah yang diungkapkan Ketua K3S SD Muhammadiyah Sony Darmawan, M.Pd kepada Malang Post, Jumat (2/11).

Di sela acara ia menjelaskan, era milenial menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik. Harus ada pembaruan terutama yang berkaitan dengan metode ajar.
“Harapan kami pada workshop ini ada peningkatan kreativitas guru, sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih menarik bagi siswa,” ujarnya.

Tema yang diusung dalam workshop yang digelar di aula SD Muhammadiyah 9 tersebut yaitu pembelajaran inovatif dan berkarakter dalam menyiapkan generasi milenial.
“Tema ini sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menekankan pada karakter namun tidak mengenyampingkan kemajuan,” tegasnya.

Workshop diikuti oleh 56 peserta, terdiri dari guru dan kepala sekolah. Masing-masing sekolah mengutus satu orang guru dan kepala sekolah.

Bertindak sebagai pemateri adalah Dr. H. Endang Poerwanti, M.Pd dan Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd dari FKIP UMM.

“Kami rasa beliau sangat kompeten di bidang ini. Selain karena merupakan pemateri nasional, beliau juga menjadi bagian dari tim penyusun kurikulum,” ungkap Sony.
Kepala SD Muhammadiyah 9 ini menambahkan, pihak K3S menginginkan, melalui pertemuan tersebut akan dihasilkan sebuah metode pembelajaran yang menitik beratkan pada karakter. “Oleh karenanya kami meminta kepada pemateri, pelatihan ini dilakukan secara kontekstual. Sehingga yang lebih mendominasi sesi praktek,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan workshop peserta guru-guru sudah membawa produk berupa RPP dari sekolah masing-masing. Bahan ini untuk dikaji bersama untuk diketahui sisi kurang dan lebihnya.

“Dari pengkajian tersebut diharapkan ada saran dan masukan dari pemateri atau peserta yang lain. Sehingga akan dihasilkan RPP baru yang lebih inovatif,” terangnya.

Bazar digelar keuntungan untuk Korban Gempa Lombok

SD Muhammadiyah 9 Malang menggelar bazar makanan, Kamis, (16/8/2018). Bazar yang bertempat di halaman depan kantor sekolah tersebut dikonsep menjadi dua sistem. Pasar tradisional dan pasar modern.

Ustadzah Kustanti Setyowati menjelaskan, bazar itu diadakan dengan tujuan menggalang dana untuk membantu korban gempa Lombok. “Bazar ini selain merupakan implementasi pembelajaran juga untuk menggalang dana korban gempa Lombok,” katanya.

Ini ide dari salah satu ustadzah kelas 5, katanya. Sebab acara ini berkaitan dengan materi pelajarabn kelas 5 yakni memperkenalkan peran ekonomi dalam kehidupan masyarakat. ”Jadi jauh-jauh hari kami buat poster dan kami share ke sosmed untuk menarik pengunjung,” ujar Ustadzah Tanti, panggilannya.

Seluruh aktivitas pagi itu terpusat di halaman kantor utama. Selama pelaksanaan, seluruh siswa kelas 5 sangat lincah melayani para pembeli yang terdiri dari siswa, guru, dan wali murid. Di pasar tradisional, suara tawar menawar terjadi seru. Sementara di pasar modern tak kalah seru dengan siswa-siswa yang menawarkan produknya.

Ustadzah Tanti menjelaskan, seluruh keuntungan dari bazar didonasikan untuk Lombok. “Alhamdulillah anak-anak maupun wali murid sangat mendukung kegiatan ini. Selain dari 100 persen keuntungan yang didapat, tadi kami juga menyediakan kotak donasi di area bazar, alhamdulillah kotaknya juga terisi lumayan banyak hari ini,” terangnya.

Donasi untuk korban gempa Lombok yang terkumpul pada hari itu akan disalurkan lewat  Lazismu Kota Malang. (Loresta)

Sumber : pwmu.co

Siswa Baru Dikenalkan Kebiasaan Islami

Wudhu dan salat dhuha menjadi kebiasaan siswa SD Mujhammadiyah 9 “Jenderal Sudirman” sebelum belajar. Selain itu, ada banyak adab yang sudah membudaya di sekolah tersebut.

Kebiasaan tersebut dikenalkan kepada siswa baru selama Masa Orientasi Siswa (MOS). Tujuannya sebagai pengenalan terhadap program-program sekolah, sehingga mereka belajar menyesuaikan diri setelah lulus dari TK. Kegiatan MOS ini dilaksanakan selama lima hari, sejak (16/7) lalu.

Ketua MOS, Evi Yuni Ervianti, S.Pd mengatakan, hal penting yang harus segera diketahui siswa baru adalah kebiasaan-kebiasaan islami yang selama ini telah menjadi rutinitas di SD Muhammadiyah 9. Baik yang berkaitan dengan ibadah maupun akhlak.

Kebiasaan islami siswa SD Muhmammadiyah 9 telah mencerminkan adab pelajar muhammadiyah yang  membudaya di lingkungan sekolah. Seperti adab terhadap guru, adab belajar dan kebiasaan baik sebelum beribadah. “Jadi kami ingin kenalkan adab siswa muhammadiyah ini kepada siswa baru sebagai materi MOS,” ucapnya.

Di hari terakhir kegiatan MOS, pada Jumat (20/7) lalu, siswa baru diberikan materi adab belajar. Masing-masing kelas diajarkan doa belajar oleh guru kelas. Setiap siswa dibimbing agar bisa berdoa dengan khusuk.

Selanjutnya mereka diajarkan hafalan surat-surat pendek yang menjadi rutinitas siswa SD Muhammadiyah 9 sebelum memulai pelajaran. Setelah itu, mereka secara bergantian digiring ke tempat wudhu. “Sebelumnya sudah diajarkan lebih dulu secara teori di kelas, baru selanjutnya sesi praktek,” ujarnya.

Usai materi wudhu, di hari kelima masa orientasi tersebut, siswa baru diajarkan salat dhuha yang juga merupakan kebiasaan siswa SD Muhammadiyah 9. Dan tidak hanya materi keagamaan, di hari yang sama mereka juga diajarkan lagu Mars Muhammadiyah dan lagu Indonesia Raya. “Tujuannya sebagai salah satu cara untuk menanamkan nilai karakter nasionalis pada anak-anak,” tutur Evi. Di puncak materi MOS, siswa baru diajarkan oleh guru cara menulis dengan rapi. Hal ini bertujuan untuk melatih kreativitas menulis siswa untuk memudahkan mereka dalam belajar.

Selain itu, lanjut Evi, di hari-hari sebelumnya siswa baru juga dikenalkan dan diajarkan banyak materi lainnya. Diantaranya perkenalan antar teman dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Mulai dari kelas, ruang guru dan sebagainya.

Dalam hal kebersihan, siswa baru juga diberikan materi toilet training, pembiasaan cuci tangan dan sikat gigi. Hal ini bertujuan agar siswa bisa mandiri serta belajar bertanggungjawab terhadap kebersihan diri mereka masing-masing.

Dari seluruh rangkaian materi MOS yang ada, diharapkan siswa baru dapat menyesuaikan diri. Dengan demikian, maka proses KBM dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Harapan kami anak-anak bisa segera mengenal seluruh komponen maupun budaya di sekolah ini. Mereka juga dapat menyesuaikan diri dengan program kami, sehingga merasa nyaman di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar dengan baik,” harap Evi. (mp1/sir/oci)

1 2