Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Assalamu’alaikum wr wb .
Segala puji bagi Allah Ya Rahman Ya Rahim, pada hari penuh kebahagiaan ini seluruh kaum muslimin bersama mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT.
.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah bagi junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kita semua menjadi hamba-hamba yang senantiasa diberkahi rahmat dan hidayah dari Allah SWT.
.
Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, banyak pesan dan kesan yang tentunya melekat di hati kita.
.
Di hari kemenangan Idul Fitri ini, kami, segenap keluarga besar SD Muhammadiyah 9 Malang mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hiriyah, taqabbalallahu minna waminkum. Mohon maaf lahir dan batin. 🙏🏻
.
Wassalammualaikum wr wb.
#everychildisspecial
#fastabiqulkhairat
#sdmuh9malang

Juara 1 Guru Berprestasi, Guru SD Muhammadiyah 9 Jadi Wakil Kota Malang

Diyah Ayuning Tyas, M.Pd, guru SD Muhammadiyah 9 Malang menjadi utusan Kota Malang dalam ajang lomba guru berprestasi di tingkat Jawa Timur, tahun 2021 mendatang. Penghargaan tersebut ia dapatkan setelah sukses menjadi juara 1 Guru Berprestasi Kota Malang tingkat Sekolah Dasar beberapa waktu lalu.

Diyah merasa bangga bisa menjadi utusan kota Malang sekaligus mewakili SD Muhammadiyah 9. “Alhamdulillah tentunya ink berkat dukungan kepala sekolah dan teman-teman kami sesama guru,” ungkapnya kepada Malangpostonline.com.

Ia menjadi juara 1 tingkat Kota Malang setelah berhasil memenangkan lomba guru berprestasi tingkat kecamatan. Ia menjadi salah satu yang lolos ke tingkat kota dari empat utusan Kecamatan Klojen.

Diyah menjelaskan, dalam lomba tersebut ada beberapa tahap penilaian. Lomba dimulai 7 Februari 2020 lalu, dengan menyerahkan portofolio oleh seluruh peserta utusan kecamatan. Selanjutnya seleksi diteruskan dengan tes tulis, psikotes dan kepribadian, pada 17 Februari dan tes wawancara, pada 26 Februari 2020. “Seleksi diakhiri dengan presentasi Karya Tulis Ilmiah pada tanggal 5 Maret,” imbuhnya.

Dalam tes tulis dan wawancara, setiap peserta diuji kemampuannya tentang pengetahuan dan wawasan mereka terhadap kompetensi seorang pendidik. Minimal mereka harus mengetahui empat kompetensi, meliputi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. “Disitu kita ditanyakan cara mengajar yang baik pada siswa, menyelesaikan sebuah kasus, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya,” terang Diyah.

pun pada tahap presentasi, para peserta mempertanggungjawabkan KTI yang telah dibuat.  Dalam hal ini Diyah, mempresentasikan aplikasi buatannya sebagai media pembelajaran berbasis daring atau online. Media tersebut ia namakan media bermain debit air berbasis android. “Pada awalnya saya membuat aplikasi ini karena anak-anak kita saat ini memasuki era revolusi industri 4.0. Dan ternyata sangat dibutuhkan dan bermanfaat saat kondisi seperti ini, dimana guru dan siswa mengajar dan belajar di rumah,” jelasnya.

Ia berharap di lomba tingkat Jawa Timur nantinya, bisa tampil lebih baik, sehingga dapat mengharumkan citra Kota Malang serta SD Muhammadiyah 9 Malang. “Yang pasti persiapannya harus lebih baik, karena seleksinya lebih ketat, mohon doanya semoga bisa memberikan yang terbaik,” harapnya.

38 Siswa SD Muhammadiyah 9 Malang Wisuda Alquran

SD Muhammadiyah 9 Panglima Sudirman Malang mewisuda tahfidz dan Alquran 38 siswa, Sabtu (14/3) .  Acara yang digelar di Masjid Jenderal Sudirman Jalan Tumenggung Suryo dihadiri ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Blimbing, dewan guru dan orang tua siswa wisudawan.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat-ayat Alquran oleh para wisudawan.  Diawali dengan pembacaan surat-surat pendek juz 30 dan penampilan beberapa siswa dari masing-masing kategori, yaitu kategori tahfidz juz 30, juz 29, juz 28 dan juz 27, serta kategori tartil.  Jumlah siswa wisudawan dari kategori tahfidzul qur’an 16 siswa Juz 30, sembilan siswa Juz 29, tiga siswa juz 28, satu siswa siswa juz 30 dan 29, satu siswa juz 28 dan 27. Sedangkan kategori tartilul quran atau khatam alquran terdiri dari 14 siswa.
“Ini belum satu tahun, tapi anaka-anak sudah hafal Alquran. Sehingga wisuda bisa kami gelar lebih cepat.  Ini bekat kesungguhan guru dan siswa serta didukung kerjasama yang baik dengan orang tua,” kata Kepala SD Muhammadiyah 9, Sony Darmawan, S.Pd., M.Pd.

Dalam momen tersebut dia merasa bahagia. Kegiatan wisuda seyogyanya digelar sekali dalam setahun. Pembinaan Alquran oleh para guru dimulai pada Juli 2019. Seharusnya wisuda baru bisa digelar Juni.
Sony mengungkapkan, guru telah melaksanakan kewajiban mereka semaksimal mungkin dengan pembinaan terbaik untuk peserta didiknya. Prosesi wisuda merupakan bukti bahwa pembinaan selama ini telah berhasil. Ditambah lagi dalam acara tersebut, ada sesi uji publik yang memberikan kesempatan pada orang tua dan seluruh undangan untuk menguji langsung kemampuan para siswa.
“Alhamdulillah ini pencapain dari kewajiban yang kami laksanakan. Setiap tahun jumlah wisudawan semakin meningkat. Sekolah selalu melakukan perbaikan program agar hasilnya semakin bagus,” ungkapnya.

Sony menambahkan, dirinya bersama para guru menginginkan siswa SD Muhammadiyah 9 minimal bisa hafal Alquran juz 30. Upaya untuk mencapai keinginan tersebut terus ditingkatkan dan menuai hasil yang memuaskan. Karena diantara siswa bahkan ada yang berhasil menghafal juz 29, 28 dan 27.

Hal tersebut kata dia, juga tidak lepas dari pembiasaan membaca Alquran di SD Muhammadiyah 9, yang dalam sehari sampai tiga kali. Di awal pembelajaran, tengah dan akhir pembelajaran. “Semoga siswa-siswi kami menjadi anak-anak saleh dan salehah yang menjadikan Alquran sebagai hiasan dalam hidupnya,” harap Sony.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Kecamatan Blimbing Drs. Bambang Mulyadi., turut berbangga menyaksikan siswa-siswi hebat generasi Alquran yang dicetak SD Muhammadiyah 9 Malang. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja keras guru serta partisipasi orang tua dalam mendukung program sekolah.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru yang telah mendidik siswa menjadi generasi qurani. Kami patut berbangga, termasuk kepada orang tua yang masih perhatian pada putra putrinya di bidang Alquran. Karena di masa kini biasanya orang tua lebih bangga kalau prestasi anaknya di bidang umum,” ucapnya.

Menurutnya, dengan dekat Alquran derajat seseorang menjadi mulia di sisi Allah. Seperti halnya kemuliaan Malaikat Jibril karena menyampaikan Alquran pada Nabi Muhammad, Malam Lailatul Qodr dan Ramadan menjadi mulia karena turunnya Alquran. “Demikian juga dengan kita, akan mencapai derajat mulia kalau dekat dengan Alquran,” pungkasnya.

Sumber malang-post.com

Peringati Bulan Bahasa, Siswa SD Muhammadiyah 9 Bereksperimen Sains

Sebuah eksperimen menarik dilakukan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 9 Malang. Selasa (5/11), dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, siswa kelas 6 didampingi guru dan tim dari Gramedia melakukan eksperimen sains. Beberapa percobaan tentang pelajaran IPA menarik minat siswa untuk menggali pengetahuan dengan cara yang berbeda.

Nama-nama percobaan sains yang dilakukan juga terbilang unik untuk kategori siswa Sekolah Dasar. Dengan maksud untuk semakin menarik minat mereka untuk belajar. Seperti angin tornado, kertas ajaib, kantong anti bocor dan gelembung hidung gajah.

Para siswa terlihat antusias dengan eksperimen tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang ingin mencoba secara langsung, meskipun waktu yang tersedia sangat terbatas.

Rinton Priyantoro, S.Pd salah satu guru pendamping menyebutkan, eksperimen yang dilakukan siswa bertujuan untuk memperdalam materi IPA yang diajarkan guru di kelas. Antara lain tentang teori resapan air, tekanan air, perbedaan massa jenis air dan minyak. “Metode ini sangat efektif dalam memberikan pemahaman pada anak. Sebab mereka terlibat langsung dan tentunya lebih efektif dari sekedar mendengar saja,” ujarnya.

Percobaan sains atau pembelajaran berbasis eksperimen memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa SD Muhammadiyah 9. Selain karena metodenya yang menarik, mereka lebih mudah memahami materi yang dipelajari.

Joevini Zacky Saufano, salah satu siswa mengaku senang dengan eksperimen yang ia lakukan. Semangat belajarnya semakin meningkat setelah melakukan percobaan sains tersebut. “Senang bisa belajar dengan percobaan seperti ini, karena saya sendiri belum pernah melakukan,” katanya.

Eksperimen sains merupakan salah satu dari agenda peringatan Bulan Bahasa yang digelar SD Muhammadiyah 9 tahun ini. Ditambah dengan aneka macam kegiatan yang tidak kalah seru.

Antara lain pelatihan menulis cerpen khusus kelas 5, pelatihan membuat dongeng untuk siswa kelas 4, lomba membaca puisi dan mewarna untuk kelas bawah. Selain itu juga ada lomba membuat mading dua dimensi dan ada bazar buku di halaman utama sekolah.

Tema yang diusung untuk lomba Mading yakni Satu Bahasa, Bahasa Indonesia. Uniknya dalam lomba ini sekolah juga melibatkan orang tua dari paguyuban. Sehingga Mading yang dihasilkan terlihat cantik dengan hiasan bermacam aksesoris.

Semua karya siswa tulis siswa berupa artikel, puisi atau lainnya, dipajang di Mading tersebut. Bahkan karya tulis siswa dari kelas inklusi. “Semua siswa kita fasilitasi dan karya mereka kita hargai. Termasuk siswa inklusi. Tema tentang bahasa kita tonjolkan biar sesuai dengan bulan bahasa yang kita peringati,” ucap Loresta, guru Jurnalistik SD Muhammadiyah 9.

Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd, mengatakan kegiatan peringatan Bulan Bahasa tersebut juga untuk mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), “Meskipun sudah memasuki Bulan November, kegiatan ini tetap harus digelar karena memang sangat tepat untuk program GLS serta untuk meningkatkan bakat peserta didik,” ucapnya.

Untuk mendukung program GLS tersebut, SD Muhammadiyah 9 dalam peringatan Bulan Bahasa kali ini juga menggelar pelatihan menulis cerpen untuk kelas 5. Rafif Akbar, salah satu siswa merasa  senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan menulis tersebut. “Saya sangat terbantu dengan pelatihan menulis ini. Awalnya saya cuma bisa menghayal, tapi sekarang sudah tau harus menulis dari langkah yang mana.” ujarnya.

Sumber : malangpostonline.com

Semarak Bulan Bahasa Meriah dengan Literasi

Banyak cara menyemarakkan Bulan Bahasa. Momen ini dimanfaatkan oleh SD Muhammadiyah 9 Kota Malang dengan mengadakan berbagai kegiatan bahasa dan sastra, Selasa (5/11/2019).

Kegiatan itu seperti pelatihan menulis cerpen, pelatihan membuat dongeng, lomba membaca puisi dan mewarna, serta lomba membuat mading dua dimensi. Juga digelar kelas sains dan bazar buku di halaman utama sekolah.

Sebanyak 662 murid kelas1-6 mengikuti acara yang bekerja sama dengan Toko Buku Gramedia. Berseragam batik, murid terbagi ke beberapa ruang untuk mengikuti lomba sesuai level kelas.

Kepala Sekolah Sony Darmawan MPd menjelaskan, kegiatan Bulan Bahasa ini untuk mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah  (GLS). ”Kegiatan ini digelar untuk program GLS bertujuan meningkatkan bakat siswa,” ucapnya.

Setelah melaksanakan shalat Dhuha, seluruh murid diberi kesempatan ke bazar buku untuk belanja. Kemudian, kelas 1-2 berkumpul di kelas masing-masing untuk mengikuti lomba mewarna dilanjutkan dengan mengikuti lomba baca puisi.

“Dari masing-masing pemenang kelas ini dipilih juara 1,2,3 kemudian mereka tampil di panggung yang disaksikan seluruh murid,” ungkap Evi Yuni, koordinator kesiswaan.

Murid kelas 4 berkumpul di masjid mengikuti pelatihan mendongeng. Sedangkan kelas 5 diajak pelatihan menulis cerpen di aula kelas 2.

Tidak kalah seru lomba mading 2 dimensi. Ini menjadi lomba yang heboh karena adu gengsi antar kelas atas. Masing-masing kelas bekerja sama dengan paguyuban wali murid, berusaha menampilkan mading 2 dimensi terbaik yang telah dibuat sepekan lamanya.

Rafif Akbar, siswa kelas 5 An Nafi yang mengikuti pelatihan menulis cerpen mengatakan, senang bisa mengikuti pelatihan menulis cerpen. “Saya sangat terbantu dengan pelatihan menulis ini. Awalnya saya cuma bisa mengkhayal, sekarang sudah tahu harus menulis dari langkah yang mana,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, seluruh peserta diberi waktu satu pekan untuk menerapkan ilmu yang didapat dan menyelesaikan sebuah cerpen yang akan dibukukan. (*)

Penulis Loresta Nusantara   EditorSugeng Purwanto

Outbond Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 9, Membuka Wawasan Sekaligus Tadabur Alam

ATU- Tidak banyak sekolah di muhammadiyah secara istiqamah melakukan refreshing mengajak siswanya, untuk tadabur alam atau dikenal outbond. Padahal tadabur alam ini sangat perlu untuk tumbuh kembang wawasan siswa khususnya anak usia dasar. Berdasarkan hal inilah, siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, Rabu (30/10) seluruh siswa siswi kelas 2, diajak tadabur alam ke salah satu tempat wisata alam di Kota Batu. “Ini merupakan dakwah tentang hidup bersih dan cinta lingkungan kepada siswa. Setidaknya ada mata pejaran umum dan agama yang bisa diamalkan,” ujar Guru Kelas 2 SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, Shofi Kusumawati, SPd.

Kok bisa? Shofi-begitu nama panggilan Shofi Kusumawati-mengaku pertama anak didik diajak ke tempat wisata yang berkaitan dengan kebersihan dan kelestarian alam ini, salah satu tujuannya memberikan gambaran anak didik untuk hidup bersih, menjaga pola hidup sehat, serta menjaga kelestarian alam.

Outbond Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 9, Membuka Wawasan Sekaligus Tadabur Alam 1
MENGENAL FAUNA: Siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, melihat ternak kelinci.

Nah terkait dengan hal tersebut, kata Shofi, siswa sudah sering mengetahuinya dalam pelajaran umum. Namun siswa masih sangat jarang mengenal bahwa kebersihan dan alam dicantumkan dalam Al Qur’an.

Misalnya di QS Al Baqarah ayat 222…..”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri/membersihkan diri.. (QS.2:222). Dari penggalan ayat ini, siswa diberikan wawasan agar jangan membuang sampah sembarang. Sebab dengan membuang sampah sembarangan akan menyebabkan keseimbangan alam menjadi rusak dan kebersihan lingkungan menjadi tidak sehat.

Ketika alam dan lingkungan rusak, maka akan timbul banyak penyakit yang menyebabkan tubuh sebagai sasaran bakteri atau virus yang bisa menyerang kesehatan tubuh.

Itu sebabnya, kata Shofi, sampah plastik khususnya dikumpulkan dijadikan potensi lain. Hal ini dibuktikan di tempat wisata yang dikunjungi siswa. “Kami ingin menambah pengetahuan tentang  pengolahan bahan-bahan yang didaur ulang. Bahan yang digunakan sangat sederhana dan sering kita jumpai yaitu koran bekas, botol bekas dan alat elektronik yang sudah tidak terpakai. Sampah ini dijadikan produk sedemikian rupa,” akunya.

Selain itu, lanjut Shofi, siswa juga belajar tentang tenaga surya yang sudah diwujudkan dalam bentuk listrik sel surya dan juga tenaga angin dalam bentuk kincir angin.  Di tempat yang sama siswa juga mengenal berbagai jenis burung, sapi, kelinci dan kambing. “Alhamdulillah, siswa melakukan seluruh kegiatan dengan semangat dan diakhiri dengan menonton pemutaran film hewan laut di bioskop,” pungkasnya. (foto/pewarta: dat/editor: doni osmon

Latihan Mengenal Mata Uang, Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, Menggelar Praktek Pasar Kelas

Jika berbicara tentang inovasi pembelajaran, memang SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, adalah gudangnya guru bidang inovasi media pembelajaran. Bahkan beberapa prestasi sudah diraih guru di sekolah yang dipimpin oleh Kasek Soni Darmawan, SPd, MPd, ini.

Latihan Mengenal Mata Uang, Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, Menggelar Praktek Pasar Kelas 1
MERIAH: Suasana pasar kelas di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang.

Seperti hari Rabu (9/10) kemarin, berbeda dengan sekolah laiannya, SD Muhammadiya 9 Kota Malang menggelar pasar kelas. Ya, pasar kelas? Koordinator pelaksanaan pasar kelas, Novi Prawita, SPd, menjelaskan tentang pasar kelas SD Muhammadiyah 9 Kota Malang.

Disebut pasar kelas, kata Novi-nama panggilan Novi Pravita-karena siswa yang berada di kelas menggelar miniatur pasar di halaman sekolah. Keberadaan pasar kelas ini didesain semirip mungkin dengan keberadaan pasar pada umumnya. Sehingga siswa benar-benar merasakan suasana pasar yang dilihatnya.

Latihan Mengenal Mata Uang, Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, Menggelar Praktek Pasar Kelas 2
PENGUSAHA KECIL: Menjadi pengusaha

Pasar kelas ini diungkapkan Novi ada kaitannya dengan mata pelajaran di sekolah. Mata pelajaran tersebut tematik  matematika yang ada hitungan menghitungnya maupun mata pelajaran yang kaitannya dengan ekonomi. Berangkat dari sinilah guru berinovasi membentuk panitia untuk membuat pasar kelas.

Aktivitas di pasar kelas ini, kata Novi, sama persis seperti pasar pada umumnya. Yaitu ada transaksi jual beli, ada hitungan pengembalian uang, hingga bagaimana memasarkan suatu produk. Tapi semua yang ada di pasar kelas ini fokusnya pembelajaran siswa terhadap mata uang kemandirian, kerjasama, dan hitung menghitung.

Novi lantas mencontohnya ketika siswa membeli suatu produk dengan uang Rp 1.000 jika ditukarkan bisa menjadi uang pecahan berapa saja. Uang yang digunakan dalam pasar kelas ini adalah uang kartu yang sering diunakan sebagai media pembelajaran. Itu sebabnya, Novi berharap setiap tahun selalu ada pasar kelas. Selain efektif sebagai media pembelajaran juga melatih siswa untuk mandiri, berani, dan latihan mata uang. (foto: diah/pewarta: doni osmon)

Aqil Peraih Juara 3 Olimpiade Sains MEA Ternyata Pernah Turun Prestasi, Sekarang Bangkit Lagi

Jika masyarakat ingin mengetahui sekolah muhamamdiyah paling menonjol bidang inovasi dan prestasi, adalah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Kok bisa? Sekolah yang berada di jalan panglima sudirman ini, gurunya kretif hingga menemukan inovasi media pembelajaran, sedangkan siswanya prestasi olimpiade ilmu science. Salah satu siswa cerdas juara 3 olimpiade sains di ajang Muhammadiyah Education Award (MEA) beberapa waktu lalu bernama Andhika Aqil Fattan. “Alhadulillah saya mendapatkan prestasi, namun untuk mencapai prestasi harus melalui yang susah dulu,” aku Andhika Aqil Fattan, kemarin.

Aqil Peraih Juara 3 Olimpiade Sains MEA Ternyata Pernah Turun Prestasi, Sekarang Bangkit Lagi 1
Aqil didampingi gurunya selalau optimis dalam kesempatan lomba sains.

Menurut Aqil-nama panggilan Andhika Aqil Fattan-untuk menjadi juara memang harus melalui yang susah dulu. Namun tidak perlu kawatir sebab yang susah itu akan bisa dilalui dengan menngerjakan yang mudah. Itulah ungkapan Aqil ketika di depannya ada soal sains olimpiade. “Kalau kita mengerjakan soal ujian tentu ada yang susah. Namun jangan langsung menyerah, harus dicari dulu sumbernya dari berbagai macam referensi. Salah satunya dari internet, sekaligus belajar yang lain,” ujarnya.

Belajar khusus sains di rumah? Aqil menyebutkan selama belajar sains di rumah paling lama hanya 2 jam. Waktu belajar ini dilaksanakan ketika hari sekolah efektif (Senin-Jum’at) setelah shalat Isyak. Namun ketika hari libur Aqil belajar pada jam 09-00 hingga 11.00.

Aqil Peraih Juara 3 Olimpiade Sains MEA Ternyata Pernah Turun Prestasi, Sekarang Bangkit Lagi 2
Aqil (baju kuning) sedang menjelaskan tentang sains pada kakak kelasnya.

Aqil lantas menceritakan kenapa dia sangat suka sains, berawal sejak usia bisa membaca sudah senang dengan buku tentang sains khususnya ensiklopedia dan komik ilmiah. Kemampuan wawasan di bidang sains inilah yang akhirnya ditangkap oleh guru SD Muhammadiyah 9 untuk diikutkan dalam lomba sains. Saat itu Aqil masih berada di bangku kelas 1 SD. Tanpa diduga hasilnya menjadi juara. Sejak saat itulah Aqil merasa percaya diri dan terus menambah wawasan tentang ilmu sains hingga sekarang.

Menariknya, Aqil berpesan kepada teman-teman sekolahnya yang masih belum prestasi untuk tidak mudah menyerah. Seperti salah satu motto yang pernah dibacanya Seseorang Tidak Akan Penah Berhasil Kalau Tidak Pernah Mencoba. Motto inilah yang akhirnya memotivasi Aqil untuk terus berusaha menjadi yang terbaik dalam sains. Jika gagal dalam suatu perlombaan berarti Allah belum menginzinkannya.

Seperti yang pernah dialami Aqil, ketika sering bermain gadget akhirnya prestasinya menurun. Hal ini membuat dia menyesal dan bangkit lagi hingga sekarang terus prestasi atau mempertahankan prestasi yang sudah dicapainya. Supaya kedua hal ini tercapai, Aqil sebelum mengerjakan soal ujian atau sebelum lomba selalu berniat, membaca Basmallah, dilanjutkan Al Fatehah. (foto/pewarta: doni osmon)

Wow, SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Raih Penghargaan ‘Excellent School’

SD Muhammadiyah 9 Kota Malang berhasil meraih penghargaan sekolah unggul dengan kriteria ‘Excellent School’ dalam Muhammadiyah Education Award.

Penghargaan ini diberikan oleh Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jawa Timur dalam Muhammadiyah Education Award di Universitas Muhammadiyah Malang Dome, Kota Malang, Sabtu (21/9/2019).

Sony Darmawan, M.Pd kepala SD Muhammadiyah 9 Malang mengaku bangga dengan raihan ini. “Alhamdulillah berhasil meraih predikat excellent school. Semoga raihan prestasi ini menambah semangat sekolah dalam memberikan layanan pembelajaran yang prima,” kata Sony pada TIMES Indonesia.

Muhammadiyah-Education-Award-2.jpg

Untuk mendapatkan predikat ‘Excellent School’ lembaga mengikuti penilaian layaknya penilaian akreditasi sekolah oleh BAN SM. Penilaian meliputi visi misi sekolah, kepala sekolah yang memiliki jiwa leadership, guru yang mencintai profesinya dan mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah, siswa yang bahagia (mencakup nyaman dalam belajar, berprestasi, dan mampu megembangkan bakat). Termasuk sistem pembelajaran yang mengacu pada konsep Islamic Holistic Education serta lingkungan islami yang nyaman.

Dalam ajang Muhammadiyah Education Award ini, selain SD Muhammadiyah 9 Kota Malang, predikat ‘Excellent School’ juga diraih oleh SD Muhammadiyah 1, 4 dan 8 Kota Malang.(*)

Sumber : timeindonesia.co.id

1 2 3 11