SD Muhammadiyah 9 Membagikan Raport via Kantor Pos

SD Muhammadiyah 9 “Jenderal Sudirman” Malang melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19. Senin (15/6) lalu, sekolah di Jalan Tumenggung Suryo tersebut melaksanakan satu kewajiban terhadap siswa dan orang tua siswa. Yakni membagikan rapor sebagai hasil evaluasi pembelajaran dalam satu semester terakhir.

Hanya saja cara SD Muhammadiyah 9 membagikan rapor kali ini dengan cara yang tidak biasa. Yaitu dengan menggunakan jasa Pos untuk mengirimkan 539 rapor siswa ke rumah masing-masing. Hal tersebut tidak lain untuk menyikapi Pandemi covid-19 yang belum reda hingga saat ini.  Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd., mengatakan, strategi pembagian rapor dengan jasa Pos sebagai wujud dari perhatian sekolah pada orang tua siswa dan peserta didik.
“Ini bagian dari layanan kami agar orang tua tetap aman dengan stay at home, tanpa perlu ke sekolah,” ujarnya kepada Malang Post.

Menurutnya, kerjasama SD Muhammadiyah 9 dengan Kantor Pos Malang memberikan kemudahan bagi orang tua siswa. Mereka tidak perlu ke sekolah untuk mengambil rapor anak-anaknya. Sehingga aman dari Covid-19 dengan tidak berkumpul atau kontak dengan banyak orang.

Ia menambahkan program tersebut berlanjut pada sebuah konsep kerjasama antara sekolah dengan Kantor Pos Malang. Pengiriman rapor siswa SD Muhammadiyah 9 mendapat prioritas mengingat ini merupakan dokumen penting. Dengan estimasi waktu satu hingga dua hari seluruh rapor akan terkirim sesuai alamat yang dituju. “Kalau sampai dua kali petugas tidak bertemu dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain maka rapor akan dikembalikan ke sekolah dan orang tua diminta untuk mengambil kesini (sekolah),” ucapnya.

Bagi siswa kelas VI rapor juga dilengkapi dengan surat kelulusan. Sebagai informasi kelulusan bagi siswa kelas akhir.
Meskipun surat kelulusan baru dibagikan namun seluruh siswa kelas VI lulusan SD Muhammadiyah 9 telah diterima di jenjang lembaga yang lebih tinggi. Baik sekolah negeri atau swasta favorit masing-masing siswa.  Diantaranya juga banyak yang masuk pondok pesantren pilihan.
“Kami berikan keleluasaan bagi anak-anak untuk memilih, boleh masuk SMP atau MTs, Negeri atau Swasta. Semua tergantung mereka, termasuk banyak yang memilih untuk masuk pesantren,” kata dia.

Beberapa hari sebelumnya mulai sejak awal Bulan Juni, SD Muhamamdiyah 9 juga sukses menggelar kegiatan Class Meeting. Namun lagi-lagi dengan cara yang tak biasa. Class Meeting digelar daring atau online.
Dengan ragam perlombaan yang ditentukan oleh guru, semua berjalan sukses dan lancar. Meskipun daring, para siswa dengan bantuan dan bimbingan orang tua mengikuti dengan antusias.

Strategi tersebut mendapat respon positif dari orang tua siswa. Seperti yang diungkapkan Rizdya wali siswa kelas III. Ia mengatakan terobosan sekolah dalam membagikan rapor siswa sangat membantu orang tua. Terutama bagi mereka yang mempunyai kesibukan. “Seperti saya dan suami sama-sama bekerja, jadi jarang punya kesempatan untuk ke sekolah anak,” katanya.

Terlebih kata dia, di masa pandemi semua orang dianjurkan untuk di rumah dan mengurangi kegiatan di luar untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain. “Terima kasih kami sampaikan pada guru-guru SD Muhammadiyah 9 atas inovasinya,” kata dia.

Sumber : MalangPos.com

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Assalamu’alaikum wr wb .
Segala puji bagi Allah Ya Rahman Ya Rahim, pada hari penuh kebahagiaan ini seluruh kaum muslimin bersama mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT.
.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah bagi junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kita semua menjadi hamba-hamba yang senantiasa diberkahi rahmat dan hidayah dari Allah SWT.
.
Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, banyak pesan dan kesan yang tentunya melekat di hati kita.
.
Di hari kemenangan Idul Fitri ini, kami, segenap keluarga besar SD Muhammadiyah 9 Malang mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hiriyah, taqabbalallahu minna waminkum. Mohon maaf lahir dan batin. 🙏🏻
.
Wassalammualaikum wr wb.
#everychildisspecial
#fastabiqulkhairat
#sdmuh9malang

Juara 1 Guru Berprestasi

Diyah Ayuning Tyas, M.Pd, guru SD Muhammadiyah 9 Malang menjadi utusan Kota Malang dalam ajang lomba guru berprestasi di tingkat Jawa Timur, tahun 2021 mendatang. Penghargaan tersebut ia dapatkan setelah sukses menjadi juara 1 Guru Berprestasi Kota Malang tingkat Sekolah Dasar beberapa waktu lalu.

Diyah merasa bangga bisa menjadi utusan kota Malang sekaligus mewakili SD Muhammadiyah 9. “Alhamdulillah tentunya ink berkat dukungan kepala sekolah dan teman-teman kami sesama guru,” ungkapnya kepada Malangpostonline.com.

Ia menjadi juara 1 tingkat Kota Malang setelah berhasil memenangkan lomba guru berprestasi tingkat kecamatan. Ia menjadi salah satu yang lolos ke tingkat kota dari empat utusan Kecamatan Klojen.

Diyah menjelaskan, dalam lomba tersebut ada beberapa tahap penilaian. Lomba dimulai 7 Februari 2020 lalu, dengan menyerahkan portofolio oleh seluruh peserta utusan kecamatan. Selanjutnya seleksi diteruskan dengan tes tulis, psikotes dan kepribadian, pada 17 Februari dan tes wawancara, pada 26 Februari 2020. “Seleksi diakhiri dengan presentasi Karya Tulis Ilmiah pada tanggal 5 Maret,” imbuhnya.

Dalam tes tulis dan wawancara, setiap peserta diuji kemampuannya tentang pengetahuan dan wawasan mereka terhadap kompetensi seorang pendidik. Minimal mereka harus mengetahui empat kompetensi, meliputi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. “Disitu kita ditanyakan cara mengajar yang baik pada siswa, menyelesaikan sebuah kasus, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya,” terang Diyah.

pun pada tahap presentasi, para peserta mempertanggungjawabkan KTI yang telah dibuat. Dalam hal ini Diyah, mempresentasikan aplikasi buatannya sebagai media pembelajaran berbasis daring atau online. Media tersebut ia namakan media bermain debit air berbasis android. “Pada awalnya saya membuat aplikasi ini karena anak-anak kita saat ini memasuki era revolusi industri 4.0. Dan ternyata sangat dibutuhkan dan bermanfaat saat kondisi seperti ini, dimana guru dan siswa mengajar dan belajar di rumah,” jelasnya.

Ia berharap di lomba tingkat Jawa Timur nantinya, bisa tampil lebih baik, sehingga dapat mengharumkan citra Kota Malang serta SD Muhammadiyah 9 Malang. “Yang pasti persiapannya harus lebih baik, karena seleksinya lebih ketat, mohon doanya semoga bisa memberikan yang terbaik,” harapnya. (imm)

Juara 1 Guru Berprestasi, Guru SD Muhammadiyah 9 Jadi Wakil Kota Malang

Diyah Ayuning Tyas, M.Pd, guru SD Muhammadiyah 9 Malang menjadi utusan Kota Malang dalam ajang lomba guru berprestasi di tingkat Jawa Timur, tahun 2021 mendatang. Penghargaan tersebut ia dapatkan setelah sukses menjadi juara 1 Guru Berprestasi Kota Malang tingkat Sekolah Dasar beberapa waktu lalu.

Diyah merasa bangga bisa menjadi utusan kota Malang sekaligus mewakili SD Muhammadiyah 9. “Alhamdulillah tentunya ink berkat dukungan kepala sekolah dan teman-teman kami sesama guru,” ungkapnya kepada Malangpostonline.com.

Ia menjadi juara 1 tingkat Kota Malang setelah berhasil memenangkan lomba guru berprestasi tingkat kecamatan. Ia menjadi salah satu yang lolos ke tingkat kota dari empat utusan Kecamatan Klojen.

Diyah menjelaskan, dalam lomba tersebut ada beberapa tahap penilaian. Lomba dimulai 7 Februari 2020 lalu, dengan menyerahkan portofolio oleh seluruh peserta utusan kecamatan. Selanjutnya seleksi diteruskan dengan tes tulis, psikotes dan kepribadian, pada 17 Februari dan tes wawancara, pada 26 Februari 2020. “Seleksi diakhiri dengan presentasi Karya Tulis Ilmiah pada tanggal 5 Maret,” imbuhnya.

Dalam tes tulis dan wawancara, setiap peserta diuji kemampuannya tentang pengetahuan dan wawasan mereka terhadap kompetensi seorang pendidik. Minimal mereka harus mengetahui empat kompetensi, meliputi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. “Disitu kita ditanyakan cara mengajar yang baik pada siswa, menyelesaikan sebuah kasus, dan unsur-unsur pembelajaran lainnya,” terang Diyah.

pun pada tahap presentasi, para peserta mempertanggungjawabkan KTI yang telah dibuat.  Dalam hal ini Diyah, mempresentasikan aplikasi buatannya sebagai media pembelajaran berbasis daring atau online. Media tersebut ia namakan media bermain debit air berbasis android. “Pada awalnya saya membuat aplikasi ini karena anak-anak kita saat ini memasuki era revolusi industri 4.0. Dan ternyata sangat dibutuhkan dan bermanfaat saat kondisi seperti ini, dimana guru dan siswa mengajar dan belajar di rumah,” jelasnya.

Ia berharap di lomba tingkat Jawa Timur nantinya, bisa tampil lebih baik, sehingga dapat mengharumkan citra Kota Malang serta SD Muhammadiyah 9 Malang. “Yang pasti persiapannya harus lebih baik, karena seleksinya lebih ketat, mohon doanya semoga bisa memberikan yang terbaik,” harapnya.

Tekun dan Sabar, Shahrin Hafal Lima Juz Alquran

Pekan lalu, SD Muhammadiyah 9 Malang menggelar Wisuda Alquran untuk angkatan keempat. Kegiatan diikuti oleh 38 siswa dengan dua kategori, tahfidz dan tartil atau khataman. Salah satu peserta wisuda bernama Khaira Shahrin Nahiza, peserta dengan jumlah hafalan terbanyak.

Siswi kelas VI ini sukses menghafal Alquran hingga lima juz, mulai juz 26 sampai juz 30. Prestasi tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bagi siswa sekolah dasar yang biasanya hanya mampu menghafal Alquran juz 30.
Kepada Malang Post, Khaira Shahrin Nahiza mengatakan, ia mulai menghafal Alquran sejak duduk di bangku kelas III. Berkat ketekunan serta bimbingan orang tua dan gurunya di sekolah ia mampu menghafal hingga lima juz Alquran. “Menghafal Alquran tidak sulit, setiap pulang sekolah saya selalu menghafal ditemani oleh mama,” ujar siswi yang memiliki cita-cita menjadi dokter ini.

Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd., mengatakan, prestasi anak didiknya dalam bidang Alquran tidak lepas dari ilmplementasi program bimbingan yang intens di sekolah. Setiap harinya minimal ada tiga sesi membaca Alquran, pada pagi di awal pembelajaran, di tengah pembelajaran dan akhir pembelajaran.
“Tujuan kami agar anak terbiasa membaca dan mendengar lantunan Alquran. Ini sebagai upaya kami untuk mendekatkan mereka dengan ayat-ayat Allah,” tandasnya.

Sony berharap para siswa yang telah diwisuda, tidak lantas kendor semangatnya untuk mengaji. Karena dengan pembiasaan membaca Alquran ilmu mereka akan berkembang. “Yang kami inginkan anak-anak bisa menghiasai rumah-rumah mereka dengan Alquran dan membanggakan orang tuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCM Kecamatan Blimbing, Drs. Bambang Mulyadi yang turut hadir dalam acara merasa kagum dengan program pembinaan siswa di SD Muhammadiyah 9. Ia menilai siswa yang belajar di sekolah ini setiap harinya disibukkan dengan hal-hal possitif. “Dengan mengalihkan perhatian anak pada hal yang positif maka mereka akan terhindar dari hal yang negatif. Karena di masa sekarang kriminal sudah merambah ke anak kecil. Tidak lagi orang dewasa saja para pelakunya, itu karena kurang pembinaan,” tuturnya.

Oleh karana itu, kata dia, orang tua dan guru harus bisa membina dan mengarahkan anak mulai sejak kecil. Kalau sudah besar akan sulit untuk diluruskan.
Ia menganalogikan dengan sebuah pohon besar yang tidak bisa lagi tumbuh tegak karena saat kecil tidak diperhatikan. “Anak kalau dibina sejak kecil akan seperti pohon yang tumbuh tegak, rindang dan banyak buahnya,” pungkasnya.

38 Siswa SD Muhammadiyah 9 Malang Wisuda Alquran

SD Muhammadiyah 9 Panglima Sudirman Malang mewisuda tahfidz dan Alquran 38 siswa, Sabtu (14/3) .  Acara yang digelar di Masjid Jenderal Sudirman Jalan Tumenggung Suryo dihadiri ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Blimbing, dewan guru dan orang tua siswa wisudawan.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat-ayat Alquran oleh para wisudawan.  Diawali dengan pembacaan surat-surat pendek juz 30 dan penampilan beberapa siswa dari masing-masing kategori, yaitu kategori tahfidz juz 30, juz 29, juz 28 dan juz 27, serta kategori tartil.  Jumlah siswa wisudawan dari kategori tahfidzul qur’an 16 siswa Juz 30, sembilan siswa Juz 29, tiga siswa juz 28, satu siswa siswa juz 30 dan 29, satu siswa juz 28 dan 27. Sedangkan kategori tartilul quran atau khatam alquran terdiri dari 14 siswa.
“Ini belum satu tahun, tapi anaka-anak sudah hafal Alquran. Sehingga wisuda bisa kami gelar lebih cepat.  Ini bekat kesungguhan guru dan siswa serta didukung kerjasama yang baik dengan orang tua,” kata Kepala SD Muhammadiyah 9, Sony Darmawan, S.Pd., M.Pd.

Dalam momen tersebut dia merasa bahagia. Kegiatan wisuda seyogyanya digelar sekali dalam setahun. Pembinaan Alquran oleh para guru dimulai pada Juli 2019. Seharusnya wisuda baru bisa digelar Juni.
Sony mengungkapkan, guru telah melaksanakan kewajiban mereka semaksimal mungkin dengan pembinaan terbaik untuk peserta didiknya. Prosesi wisuda merupakan bukti bahwa pembinaan selama ini telah berhasil. Ditambah lagi dalam acara tersebut, ada sesi uji publik yang memberikan kesempatan pada orang tua dan seluruh undangan untuk menguji langsung kemampuan para siswa.
“Alhamdulillah ini pencapain dari kewajiban yang kami laksanakan. Setiap tahun jumlah wisudawan semakin meningkat. Sekolah selalu melakukan perbaikan program agar hasilnya semakin bagus,” ungkapnya.

Sony menambahkan, dirinya bersama para guru menginginkan siswa SD Muhammadiyah 9 minimal bisa hafal Alquran juz 30. Upaya untuk mencapai keinginan tersebut terus ditingkatkan dan menuai hasil yang memuaskan. Karena diantara siswa bahkan ada yang berhasil menghafal juz 29, 28 dan 27.

Hal tersebut kata dia, juga tidak lepas dari pembiasaan membaca Alquran di SD Muhammadiyah 9, yang dalam sehari sampai tiga kali. Di awal pembelajaran, tengah dan akhir pembelajaran. “Semoga siswa-siswi kami menjadi anak-anak saleh dan salehah yang menjadikan Alquran sebagai hiasan dalam hidupnya,” harap Sony.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Kecamatan Blimbing Drs. Bambang Mulyadi., turut berbangga menyaksikan siswa-siswi hebat generasi Alquran yang dicetak SD Muhammadiyah 9 Malang. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja keras guru serta partisipasi orang tua dalam mendukung program sekolah.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru yang telah mendidik siswa menjadi generasi qurani. Kami patut berbangga, termasuk kepada orang tua yang masih perhatian pada putra putrinya di bidang Alquran. Karena di masa kini biasanya orang tua lebih bangga kalau prestasi anaknya di bidang umum,” ucapnya.

Menurutnya, dengan dekat Alquran derajat seseorang menjadi mulia di sisi Allah. Seperti halnya kemuliaan Malaikat Jibril karena menyampaikan Alquran pada Nabi Muhammad, Malam Lailatul Qodr dan Ramadan menjadi mulia karena turunnya Alquran. “Demikian juga dengan kita, akan mencapai derajat mulia kalau dekat dengan Alquran,” pungkasnya.

Sumber malang-post.com

Peringati Bulan Bahasa, Siswa SD Muhammadiyah 9 Bereksperimen Sains

Sebuah eksperimen menarik dilakukan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 9 Malang. Selasa (5/11), dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, siswa kelas 6 didampingi guru dan tim dari Gramedia melakukan eksperimen sains. Beberapa percobaan tentang pelajaran IPA menarik minat siswa untuk menggali pengetahuan dengan cara yang berbeda.

Nama-nama percobaan sains yang dilakukan juga terbilang unik untuk kategori siswa Sekolah Dasar. Dengan maksud untuk semakin menarik minat mereka untuk belajar. Seperti angin tornado, kertas ajaib, kantong anti bocor dan gelembung hidung gajah.

Para siswa terlihat antusias dengan eksperimen tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang ingin mencoba secara langsung, meskipun waktu yang tersedia sangat terbatas.

Rinton Priyantoro, S.Pd salah satu guru pendamping menyebutkan, eksperimen yang dilakukan siswa bertujuan untuk memperdalam materi IPA yang diajarkan guru di kelas. Antara lain tentang teori resapan air, tekanan air, perbedaan massa jenis air dan minyak. “Metode ini sangat efektif dalam memberikan pemahaman pada anak. Sebab mereka terlibat langsung dan tentunya lebih efektif dari sekedar mendengar saja,” ujarnya.

Percobaan sains atau pembelajaran berbasis eksperimen memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa SD Muhammadiyah 9. Selain karena metodenya yang menarik, mereka lebih mudah memahami materi yang dipelajari.

Joevini Zacky Saufano, salah satu siswa mengaku senang dengan eksperimen yang ia lakukan. Semangat belajarnya semakin meningkat setelah melakukan percobaan sains tersebut. “Senang bisa belajar dengan percobaan seperti ini, karena saya sendiri belum pernah melakukan,” katanya.

Eksperimen sains merupakan salah satu dari agenda peringatan Bulan Bahasa yang digelar SD Muhammadiyah 9 tahun ini. Ditambah dengan aneka macam kegiatan yang tidak kalah seru.

Antara lain pelatihan menulis cerpen khusus kelas 5, pelatihan membuat dongeng untuk siswa kelas 4, lomba membaca puisi dan mewarna untuk kelas bawah. Selain itu juga ada lomba membuat mading dua dimensi dan ada bazar buku di halaman utama sekolah.

Tema yang diusung untuk lomba Mading yakni Satu Bahasa, Bahasa Indonesia. Uniknya dalam lomba ini sekolah juga melibatkan orang tua dari paguyuban. Sehingga Mading yang dihasilkan terlihat cantik dengan hiasan bermacam aksesoris.

Semua karya siswa tulis siswa berupa artikel, puisi atau lainnya, dipajang di Mading tersebut. Bahkan karya tulis siswa dari kelas inklusi. “Semua siswa kita fasilitasi dan karya mereka kita hargai. Termasuk siswa inklusi. Tema tentang bahasa kita tonjolkan biar sesuai dengan bulan bahasa yang kita peringati,” ucap Loresta, guru Jurnalistik SD Muhammadiyah 9.

Kepala SD Muhammadiyah 9 Malang, Sony Darmawan, M.Pd, mengatakan kegiatan peringatan Bulan Bahasa tersebut juga untuk mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), “Meskipun sudah memasuki Bulan November, kegiatan ini tetap harus digelar karena memang sangat tepat untuk program GLS serta untuk meningkatkan bakat peserta didik,” ucapnya.

Untuk mendukung program GLS tersebut, SD Muhammadiyah 9 dalam peringatan Bulan Bahasa kali ini juga menggelar pelatihan menulis cerpen untuk kelas 5. Rafif Akbar, salah satu siswa merasa  senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan menulis tersebut. “Saya sangat terbantu dengan pelatihan menulis ini. Awalnya saya cuma bisa menghayal, tapi sekarang sudah tau harus menulis dari langkah yang mana.” ujarnya.

Sumber : malangpostonline.com

Semarak Bulan Bahasa Meriah dengan Literasi

Banyak cara menyemarakkan Bulan Bahasa. Momen ini dimanfaatkan oleh SD Muhammadiyah 9 Kota Malang dengan mengadakan berbagai kegiatan bahasa dan sastra, Selasa (5/11/2019).

Kegiatan itu seperti pelatihan menulis cerpen, pelatihan membuat dongeng, lomba membaca puisi dan mewarna, serta lomba membuat mading dua dimensi. Juga digelar kelas sains dan bazar buku di halaman utama sekolah.

Sebanyak 662 murid kelas1-6 mengikuti acara yang bekerja sama dengan Toko Buku Gramedia. Berseragam batik, murid terbagi ke beberapa ruang untuk mengikuti lomba sesuai level kelas.

Kepala Sekolah Sony Darmawan MPd menjelaskan, kegiatan Bulan Bahasa ini untuk mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah  (GLS). ”Kegiatan ini digelar untuk program GLS bertujuan meningkatkan bakat siswa,” ucapnya.

Setelah melaksanakan shalat Dhuha, seluruh murid diberi kesempatan ke bazar buku untuk belanja. Kemudian, kelas 1-2 berkumpul di kelas masing-masing untuk mengikuti lomba mewarna dilanjutkan dengan mengikuti lomba baca puisi.

“Dari masing-masing pemenang kelas ini dipilih juara 1,2,3 kemudian mereka tampil di panggung yang disaksikan seluruh murid,” ungkap Evi Yuni, koordinator kesiswaan.

Murid kelas 4 berkumpul di masjid mengikuti pelatihan mendongeng. Sedangkan kelas 5 diajak pelatihan menulis cerpen di aula kelas 2.

Tidak kalah seru lomba mading 2 dimensi. Ini menjadi lomba yang heboh karena adu gengsi antar kelas atas. Masing-masing kelas bekerja sama dengan paguyuban wali murid, berusaha menampilkan mading 2 dimensi terbaik yang telah dibuat sepekan lamanya.

Rafif Akbar, siswa kelas 5 An Nafi yang mengikuti pelatihan menulis cerpen mengatakan, senang bisa mengikuti pelatihan menulis cerpen. “Saya sangat terbantu dengan pelatihan menulis ini. Awalnya saya cuma bisa mengkhayal, sekarang sudah tahu harus menulis dari langkah yang mana,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, seluruh peserta diberi waktu satu pekan untuk menerapkan ilmu yang didapat dan menyelesaikan sebuah cerpen yang akan dibukukan. (*)

Penulis Loresta Nusantara   EditorSugeng Purwanto

1 2 3 13